Blackout Lebih dari 12 Jam, ASPARNAS Khawatir Pariwisata Kepri Terdampak

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:01 WIB
Ketua DPD Asparnas Kepri, Mulyadi Tan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Ketua DPD Asparnas Kepri, Mulyadi Tan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Pemadaman listrik berkepanjangan yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang hingga lebih dari 12 jam memicu kekhawatiran pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri). Gangguan tersebut dinilai tidak hanya menghambat aktivitas usaha, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan wisatawan dan investor terhadap keandalan infrastruktur daerah.

Ketua DPD Asosiasi Pariwisata Nasional (ASPARNAS) Kepri, Mulyadi Tan, menilai gangguan listrik dalam durasi panjang menjadi persoalan serius bagi daerah yang tengah berupaya memperkuat daya saing pariwisata dan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

“Namun, bagaimana kita bisa meyakinkan wisatawan dan investor jika infrastruktur paling mendasar seperti listrik belum mampu memberikan kepastian pelayanan,” kata Mulyadi, Selasa (13/10).

Menurutnya, pemadaman berkepanjangan berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor usaha yang menopang industri pariwisata. Di antaranya hotel, restoran, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelaku usaha yang memiliki generator set (genset) harus menanggung tambahan biaya operasional, mulai dari pembelian bahan bakar hingga pemeliharaan peralatan. Sementara itu, usaha tanpa sumber listrik cadangan berisiko menghentikan operasional, mengalami gangguan pelayanan, bahkan kehilangan pendapatan.

“Pariwisata adalah industri kepercayaan dan kenyamanan. Wisatawan datang untuk menikmati pengalaman yang menyenangkan, bukan menghadapi ketidakpastian pelayanan akibat gangguan infrastruktur dasar,” tegasnya.

Promosi Pariwisata Bisa Terganggu

Mulyadi mengingatkan, posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia merupakan keunggulan strategis dalam mengembangkan destinasi wisata berdaya saing regional maupun internasional.

Namun, keunggulan tersebut harus didukung infrastruktur yang andal. Menurutnya, promosi pariwisata yang dilakukan hingga ke mancanegara perlu diimbangi dengan kepastian layanan dasar bagi wisatawan dan pelaku usaha.

“Kita menghabiskan waktu, tenaga, dan anggaran yang tidak sedikit untuk mempromosikan pariwisata Kepri hingga ke mancanegara. Jangan sampai seluruh upaya tersebut tercoreng hanya karena ketidaksiapan infrastruktur dasar,” ujarnya.

Ia menilai keandalan pasokan listrik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung keberlangsungan usaha di sektor pariwisata.

Pertanyakan Kompensasi Pelanggan

Selain menyoroti dampak terhadap pariwisata, ASPARNAS Kepri mempertanyakan tanggung jawab PLN terhadap masyarakat dan pelaku usaha yang mengalami kerugian akibat pemadaman berkepanjangan.

Mulyadi menyebut terdapat ketentuan mengenai Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) ketenagalistrikan, termasuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025 yang mengatur kompensasi bagi pelanggan PT PLN (Persero). Sementara itu, pelayanan kelistrikan PT PLN Batam memiliki ketentuan tersendiri melalui Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017.

Karena itu, ia meminta penjelasan transparan mengenai penyebab dan durasi gangguan, standar pelayanan yang berlaku, hak pelanggan atas kompensasi, serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“PLN boleh meminta maaf, dan kita menghargai kerja keras para petugas yang berupaya memulihkan listrik di lapangan. Tetapi permintaan maaf saja tidak cukup dan tidak otomatis menghapus kerugian yang sudah dialami masyarakat maupun pelaku usaha,” katanya.

ASPARNAS Kepri juga mendesak PLN Batam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, serta kesiapan sistem cadangan dan prosedur penanganan gangguan.

Hasil investigasi mengenai penyebab pemadaman, lanjut Mulyadi, perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Langkah perbaikan juga harus disertai target yang terukur dan berkelanjutan.

“Kalau kita ingin menjadikan Kepri sebagai destinasi pariwisata internasional yang unggul, maka standar infrastrukturnya juga harus mencerminkan kualitas destinasi internasional,” pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
Gangguan Listrik Asparnas Batam