batampos - Perjalanan pembuatan album terbaru Kehlani ternyata tidak berjalan mulus. Penyanyi tersebut mengungkap bahwa dirinya menghadapi tantangan emosional selama proses rekaman berlangsung.
Pengalaman pribadi Kehlani yang berat justru menjadi fondasi utama dalam karya terbarunya. Hal ini membuat album tersebut terasa lebih personal dan penuh makna dibanding rilisan sebelumnya.
Selama kurang lebih dua tahun proses produksi, Kehlani menghadapi tantangan pribadi yang cukup berat, termasuk kondisi kesehatan mental yang memengaruhi perjalanan kreatifnya.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi fondasi kuat dalam membentuk arah musikal dan lirik di album barunya. Album kelima yang dirilis pada Kamis (24/4), disebut sebagai karya paling jujur dalam kariernya.
Proyek menampilkan eksplorasi emosi yang lebih dalam, dengan tema hubungan, penyembuhan, dan refleksi diri yang kuat.
Baca Juga: Ariana Grande Umumkan Petal, Album Baru yang Siap Rilis 31 Juli 2026
Album juga memperlihatkan perkembangan artistik Kehlani yang semakin matang. Ia menggabungkan nuansa R&B klasik dengan pendekatan modern.
Ini menunjukkan keberanian untuk lebih terbuka terhadap pengalaman pribadi yang sebelumnya jarang diungkap.
Proyek justru mendapat respons positif dari kritikus musik. Album Kehlani banyak mengeksplorasi tema hubungan, patah hati, refleksi diri, dan penyembuhan emosional.
Masa sulit tersebut justru beriringan dengan pencapaian besar dalam kariernya. Lagu “Folded” dari album berhasil meraih penghargaan Grammy. Album juga dipandang sebagai bentuk transformasi dengan Kehlani tampil lebih percaya diri dalam identitas musikal dan personalnya.
Kehlani dinilai berhasil menangkap sisi rentan dan kekuatan sebagai musisi dalam album barunya. Fase sulit menghadirkan karya yang lebih autentik membuktikan bahwa pengalaman hidup dapat menjadi sumber kekuatan dalam berkarya (*)
Editor : Juliana Belence