batampos — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, mendorong pengguna mobil diesel untuk lebih cermat dalam mengatur konsumsi bahan bakar. Efisiensi tidak hanya ditentukan oleh jenis kendaraan, tetapi juga perawatan serta kebiasaan berkendara.
Pengamat otomotif Bebin Djuana menjelaskan, kendaraan yang dirawat dengan baik cenderung lebih hemat bahan bakar.
“Jika perawatan dilakukan sesuai standar, maka efisiensi biasanya sudah optimal. Tinggal memastikan jadwal servis rutin tetap diikuti,” ujarnya.
Ia menyarankan pemilik kendaraan untuk rutin memeriksa buku servis dan memastikan seluruh komponen mesin dirawat sesuai rekomendasi pabrikan. Bagian yang terlewat justru bisa menjadi penyebab konsumsi BBM menjadi lebih boros.
Selain mesin, faktor teknis lain seperti tekanan angin ban juga memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi bahan bakar. Tekanan ban yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan hambatan laju kendaraan.
“Tekanan ban harus mengikuti rekomendasi. Penggunaan velg dan ban di luar standar pabrikan juga bisa membuat konsumsi BBM meningkat,” kata Bebin.
Ban berukuran lebih besar dari standar, menurutnya, tidak hanya membuat kendaraan lebih boros, tetapi juga dapat menurunkan performa pengereman. Sementara itu, tekanan angin yang terlalu rendah akan meningkatkan gesekan, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih tinggi.
Faktor lain yang kerap diabaikan adalah gaya berkendara. Mengemudi secara agresif, seperti akselerasi mendadak dan pengereman keras, terbukti meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan.
“Gaya berkendara sangat menentukan. Hindari mengemudi secara emosional. Saat ini setiap tetes BBM memiliki nilai yang mahal,” ujarnya.
Dengan demikian, efisiensi BBM pada mobil diesel dapat ditingkatkan melalui tiga langkah utama, yakni perawatan rutin, penggunaan komponen sesuai standar, serta penerapan gaya berkendara yang halus dan terkontrol.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga BBM yang berlaku mulai 4 Mei 2026 di sejumlah wilayah.
Di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada produk diesel. Dexlite (CN 51) naik menjadi Rp26.000 per liter dari Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex (CN 53) meningkat dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.
Dengan tren kenaikan harga tersebut, langkah efisiensi menjadi semakin penting bagi pengguna kendaraan, terutama di segmen diesel yang banyak digunakan untuk aktivitas harian maupun bisnis. (*)
Editor : Putut Ariyotejo