batampos - Epic Games resmi memperkenalkan Unreal Engine 6 (UE6), generasi terbaru dari game engine populer yang digunakan banyak studio gim dunia.
Pengumuman tersebut langsung menjadi perhatian besar industri karena Unreal Engine selama ini menjadi teknologi utama di balik berbagai gim AAA modern.
Dalam teaser singkat yang ditampilkan di acara, Epic Games memperlihatkan cuplikan Rocket League yang sudah berjalan menggunakan Unreal Engine 6.
Visual baru menampilkan peningkatan pencahayaan, detail kendaraan, efek refleksi, dan kualitas grafis yang jauh lebih realistis dibanding versi sebelumnya.
Ini menjadi konfirmasi resmi pertama keberadaan Unreal Engine 6 setelah sebelumnya hanya beberapa kali disebut oleh CEO Epic Games, Tim Sweeney, dalam wawancara dan podcast sepanjang 2025.
tBaca Juga: The Sims Project Rene Diduga Bocor. Fans Khawatir Franchise Makin Mirip Gim Mobile
Rocket League akan menjadi salah satu gim pertama yang menggunakan UE6. Gim akan langsung melompat dari Unreal Engine 3 ke Unreal Engine 6 tanpa menggunakan UE5 terlebih dahulu.
Banyak yang memperkirakan Fortnite akan menjadi showcase utama UE6, tetapi Epic justru memilih gim sepak bola mobil milik Psyonix.
Rocket League sebelumnya masih menggunakan Unreal Engine 3 sejak rilis pada 2015. Gim langsung melompati UE4 dan UE5 untuk berpindah ke Unreal Engine 6.
UE5 sering dikritik karena masalah shader stutter, frame pacing, dan beban CPU tinggi pada PC. Banyak pihak memperkirakan UE6 akan fokus memperbaiki stabilitas performa lintas platform.
Beberapa laporan industri menyebut UE6 dipersiapkan untuk workflow pengembangan berbasis AI, live-service gim, dan tools kreator generasi baru yang lebih fleksibel.
Pengumuman UE6 menjadi indikasi awal persiapan industri menuju generasi PlayStation 6 dan Xbox berikutnya pada akhir dekade ini.(*)
Editor : Juliana Belence