batampos - Olivia Rodrigo kembali meramaikan industri musik dunia dengan merilis album studio ketiganya yang bertajuk You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love. Album yang dirilis pada Jumat (12/6).
Setelah sukses besar melalui album SOUR dan GUTS, penyanyi berusia 23 tahun itu menghadirkan 13 lagu yang menggambarkan perjalanan emosional sebuah hubungan, mulai dari fase jatuh cinta hingga patah hati.
Album mengisahkan perjalanan sebuah hubungan, mulai dari fase jatuh cinta, euforia, keraguan, hingga patah hati. Konsep dibagi ke dalam dua bagian, yakni Girl So in Love dan You Seem Pretty Sad yang menggambarkan dua sisi emosional dari kisah cinta yang menjadi benang merah album ini.
Perpaduan pop rock era 1980-an dan 1990-an, sentuhan punk, hingga aransemen yang lebih berani membuat album dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dalam kemampuan bermusik dan penulisan lagu Rodrigo.
Daftar lagu dalam album meliputi Drop Dead, Stupid Song, Honeybee, Maggots for Brains, U + Me = <3, My Way, Purple, The Cure, Begged, What's Wrong With Me, Less, Expectations, dan Cigarette Smoke.
Baca Juga: EVAN Siap Debut Solo, Single Perdana ‘RIDE OR DIE’ Meluncur 22 Juni
Salah satu lagu yang paling banyak mendapat sorotan adalah What's Wrong With Me, yang menandai kolaborasi rekaman pertama Olivia Rodrigo dengan Robert Smith.
Lagu dipuji karena menghadirkan nuansa emosional yang kuat dan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam album. Lagu The Cure, Begged, dan Cigarette Smoke juga mendapat banyak pujian dari penggemar maupun kritikus.
Ketiganya dianggap berhasil menggambarkan fase keraguan, kehilangan, dan refleksi diri yang menjadi inti cerita pada paruh kedua album. Album terbaru Olivia Rodrigo dinilai berhasil memperlihatkan evolusi musikal yang signifikan.
Banyak pengamat musik menilai proyek ini menjadi langkah penting dalam perjalanan karier Rodrigo sebagai salah satu bintang pop paling berpengaruh di generasinya.
You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love diprediksi menjadi salah satu album pop paling banyak dibicarakan sepanjang 2026.(*)
Editor : Juliana Belence