batampos - Rencana Nothing untuk menghadirkan smartphone CMF generasi terbaru tahun ini dipastikan batal. Perusahaan teknologi itu memilih menghentikan pengembangan perangkat setelah lonjakan harga RAM membuat biaya produksi meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Keputusan tersebut menjadi salah satu dampak paling nyata dari krisis pasokan memori global yang tengah melanda industri teknologi. Kenaikan harga RAM tidak hanya memengaruhi produsen smartphone premium, tetapi mengancam keberlangsungan perangkat kelas menengah dan entry-level yang mengandalkan harga kompetitif untuk menarik konsumen.
Namun, kondisi pasar komponen membuat proyek tidak lagi sesuai dengan filosofi CMF sebagai lini smartphone terjangkau. Perusahaan tidak ingin merilis produk yang hanya membawa peningkatan kecil dengan harga yang jauh lebih mahal.
Nothing memilih menunda peluncuran daripada mengorbankan nilai yang selama ini ditawarkan seri CMF kepada konsumen. Lonjakan harga RAM menjadi masalah utama yang dihadapi industri teknologi global sepanjang tahun ini.
"Biaya memori untuk smartphone mereka telah meningkat berkali - kali lipat dalam waktu singkat," ujar CEO Nothing, Carl Pei, dikutip dari The Verge, Senin (22/6).
Baca Juga: Mozilla Sulap Halaman Utama Firefox Jadi Pusat Produktivitas dengan Widget Baru
RAM disebut sebagai komponen paling mahal dalam sebuah smartphone, melampaui biaya prosesor maupun layar. Dalam beberapa model, biaya memori dapat menyumbang lebih dari 50% total biaya perangkat keras.
Krisis memori yang dijuluki RAMageddon dipicu oleh melonjaknya permintaan chip untuk pusat data dan layanan kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut membuat pasokan memori semakin ketat dan harga terus meningkat.
Dampaknya tidak hanya dirasakan produsen smartphone, tetapi industri laptop, konsol gim, hingga perangkat elektronik lainnya.
Evangelidis bahkan mengklaim biaya untuk memproduksi perangkat dengan spesifikasi setara CMF Phone 2 Pro saat ini bisa meningkat sekitar 50% dibandingkan ketika model pertama kali diluncurkan.
Situasi itu membuat keberlanjutan lini smartphone murah menjadi semakin sulit dipertahankan. Nothing memastikan merek tersebut tetap aktif.
Perusahaan berencana meluncurkan sejumlah produk baru di kategori lain dan bahkan menjajaki segmen perangkat yang berbeda. Nothing juga mengisyaratkan bahwa masih akan ada pengumuman smartphone baru dari lini utama perusahaan dalam waktu dekat.(*)
Editor : Juliana Belence