batampos - Meta menarik kembali fitur kecerdasan buatan (AI) terbaru di Instagram yang memungkinkan pengguna membuat gambar menggunakan foto dari akun publik orang lain.
Keputusan tersebut diambil hanya beberapa hari setelah fitur diluncurkan karena memicu kritik luas terkait perlindungan privasi dan potensi penyalahgunaan teknologi AI.
Fitur itu sebelumnya diperkenalkan sebagai bagian dari layanan Muse Image pada Rabu (8/7), sebagai bagian dari pembaruan Meta AI.
Pengguna dapat membuat gambar AI menggunakan konten dari akun Instagram publik hanya dengan menyebut (mention) nama akun yang diinginkan.
Namun, mekanisme dinilai membuka peluang penyalahgunaan karena foto seseorang dapat digunakan tanpa persetujuan langsung dari pemiliknya.
Baca Juga: Permintaan Chip Memori AI Meningkat Pengaruhi Kenaikan Harga Ponsel Pintar hingga Laptop
Meta mengakui bahwa fitur tidak memenuhi ekspektasi publik terkait perlindungan privasi. Perusahaan menyebut keputusan untuk menarik fitur itu diambil setelah mendengarkan masukan dari pengguna dan berbagai pihak yang menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan teknologi AI.
Penolakan datang dari berbagai kalangan, termasuk organisasi pekerja seni SAG-AFTRA, agensi hiburan, hingga aktivis privasi.
Mereka menilai fitur berisiko mempermudah pembuatan replika digital atau deepfake tanpa izin serta seharusnya menggunakan mekanisme opt-in bukan opt-out, sehingga pengguna dapat memberikan persetujuan terlebih dahulu sebelum kontennya dimanfaatkan untuk AI.
Meta menegaskan bahwa layanan Muse Image tetap tersedia dengan sejumlah fungsi lain, seperti pembuatan gambar berbasis perintah teks (text prompt) dan penyuntingan gambar milik pengguna sendiri.
Perusahaan juga menyatakan akan mengevaluasi pendekatan pengembangan fitur AI serupa sebelum kembali merilisnya di masa mendatang.
Kasus ini menjadi sorotan terbaru dalam perdebatan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan oleh perusahaan teknologi.
Di tengah pesatnya perkembangan AI generatif, isu privasi, hak cipta, dan persetujuan pengguna dinilai semakin penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap layanan berbasis AI.(*)
Editor : Juliana Belence