batampos - Maraknya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat video deepfake mendorong TikTok menghadirkan langkah perlindungan baru bagi para kreator.
TikTok tengah menguji fitur AI likeness detection, sebuah teknologi yang dapat membantu pengguna mendeteksi konten AI yang menggunakan wajah atau kemiripan mereka tanpa izin.
Uji coba saat ini masih terbatas untuk sebagian kreator di Amerika Serikat dan bersifat opt-in, sehingga hanya pengguna yang mendaftar secara sukarela yang dapat memanfaatkan layanan tersebut.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya penggunaan teknologi AI generatif yang memudahkan pembuatan video deepfake dengan wajah seseorang.
Kreator harus terlebih dahulu menjalani proses verifikasi identitas melalui perusahaan verifikasi digital Jumio.
Baca Juga: Skullcandy Crusher 1080 ANC Meluncur, Andalkan Teknologi Bose untuk Suara Lebih Imersif
Verifikasi dilakukan menggunakan swafoto (selfie) secara langsung dan kartu identitas resmi. TikTok menegaskan bahwa dokumen identitas tidak akan disimpan, sementara data wajah hanya digunakan untuk mencocokkan kemiripan dan mendeteksi potensi penyalahgunaan identitas.
Setelah proses verifikasi selesai, sistem akan memindai video di platform guna mencari konten AI yang diduga menggunakan wajah kreator.
Jika ditemukan dugaan pelanggaran, kreator dapat meninjau hasil pencarian sebelum memutuskan untuk melaporkan video maupun akun yang dianggap menyalahgunakan identitas mereka.
Hadirnya fitur menunjukkan semakin besarnya perhatian platform media sosial terhadap ancaman deepfake.
Penyalahgunaan wajah melalui AI tidak hanya berpotensi merusak reputasi kreator, tetapi dimanfaatkan untuk penipuan, iklan palsu, hingga penyebaran informasi yang menyesatkan.
Sebelumnya, YouTube telah lebih dulu meluncurkan teknologi likeness detection yang memungkinkan kreator menemukan video AI yang meniru wajah mereka dan mengajukan permintaan penghapusan.
Kehadiran fitur serupa di TikTok menandai semakin kuatnya upaya industri teknologi dalam melindungi identitas digital kreator di era AI generatif.(*)
Editor : Juliana Belence