batampos - Sebuah manuskrip kuno The Odyssey karya penyair Yunani Homer yang diperkirakan berusia sekitar 1.700 tahun dipamerkan kepada publik di John Rylands Library, University of Manchester, Inggris.
Manuskrip yang dikenal sebagai The Manchester Odyssey menjadi salah satu koleksi paling berharga karena merupakan salinan The Odyssey tertua yang masih bertahan dalam bentuk codex.
Pameran menjadi kesempatan langka bagi masyarakat untuk melihat secara langsung naskah kuno yang menjadi saksi perkembangan sastra klasik dan sejarah perbukuan.
Keberadaan manuskrip juga menunjukkan bagaimana karya - karya Yunani kuno terus dilestarikan dan diwariskan selama berabad- abad hingga bisa dinikmati oleh generasi modern.
Menurut The University of Manchester, manuskrip tersebut disalin di Mesir sekitar abad ke-3 Masehi, ketika dunia Mediterania mulai beralih dari penggunaan gulungan papirus (scroll) menuju codex.
Baca Juga: Melissa x Diesel Kembali dengan Koleksi Baru, Lengkap dengan Quantum Dome Bag Perdana
Perubahan format menjadi tonggak penting dalam sejarah karena membuat teks lebih mudah dibaca, disimpan, dan dirujuk dibandingkan gulungan tradisional. Manuskrip ini bukan merupakan naskah asli yang ditulis Homer.
Para sejarawan meyakini The Odyssey pertama kali berkembang sebagai tradisi lisan sebelum dituliskan sekitar abad ke-8 SM. Salinan yang dipamerkan merupakan salah satu bukti fisik paling awal yang menunjukkan bagaimana kisah tersebut diwariskan dari generasi ke generasi.
Nilai sejarah manuskrip tidak hanya terletak pada usianya, tetapi pada berbagai jejak penggunaan yang masih terlihat. Para peneliti menemukan koreksi tulisan, catatan di pinggir halaman, hingga penambahan teks yang dibuat oleh pembaca dan penyalin pada masa lampau.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa naskah ini benar - benar digunakan sebagai bahan bacaan dan pembelajaran bukan sekadar disimpan sebagai koleksi. Naskah memuat bagian - bagian penting dari The Odyssey, termasuk kisah perjalanan pulang Odysseus ke Ithaka setelah Perang Troya.
Epos karya Homer dikenal sebagai salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah dan telah menginspirasi berbagai novel, film, pertunjukan teater, hingga penelitian akademik selama lebih dari dua milenium.
Pameran The Manchester Odyssey dibuka mulai pertengahan Juli 2026 dan sengaja digelar berdekatan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap kisah The Odyssey yang kembali diangkat ke layar lebar.
Pihak universitas berharap masyarakat dapat memahami pentingnya pelestarian manuskrip kuno sebagai bagian dari warisan budaya dunia sekaligus melihat bagaimana evolusi bentuk buku modern berakar dari naskah - naskah klasik seperti The Odyssey.(*)
Editor : Juliana Belence