Mengenal Antea Turk, Keturunan Keluarga W.R. Soepratman yang Viral

JawaPos • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Antea Turk Nyayikan Indonesia Raya 3 Stanza. Foto: Instagram @anteaturk
Antea Turk Nyayikan Indonesia Raya 3 Stanza. Foto: Instagram @anteaturk

batampos - Belakangan ini, penampilan Antea Turk membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya versi tiga stanza menjadi perhatian publik. Video yang diunggah melalui akun Instagram @endangturk memperlihatkan Antea menyanyikan lagu ciptaan W.R. Soepratman dengan gaya seriosa sambil memainkan biola.

Mengenakan busana bernuansa batik dan berdiri di depan Bendera Merah Putih, Antea membawakan lagu berdasarkan partitur serta lirik yang merujuk pada versi awal saat Indonesia Raya pertama kali diperkenalkan pada Kongres Pemuda II tahun 1928.

Namun, perhatian publik tak hanya tertuju pada penampilannya. Banyak yang penasaran dengan sosok Antea karena memiliki hubungan keluarga dengan pencipta lagu kebangsaan Indonesia tersebut.

Keturunan Keluarga W.R. Soepratman

Antea Putri Turk lahir pada 20 Desember 2008 dari pasangan dr. Dario Turk dan Endang Wahyuningsih Josoprawiro.

Ia merupakan generasi kelima dari garis keturunan Ngadini Soepratini, kakak kandung W.R. Soepratman. Karena hubungan keluarga tersebut, Antea kerap disebut sebagai cicit buyut W.R. Soepratman.

Namun, penyebutan itu sebenarnya perlu diluruskan. W.R. Soepratman diketahui tidak pernah menikah dan tidak memiliki keturunan langsung.

Berdasarkan penjelasan Yayasan W.R. Soepratman pada Maret 2025, hubungan Antea dengan sang komponis berasal dari garis keturunan kakak kandung W.R. Soepratman, bukan sebagai keturunan langsung.

Berprestasi di Dunia Musik

Di luar hubungan keluarganya, Antea telah menekuni dunia musik sejak usia lima tahun.

Ia menguasai beberapa alat musik, di antaranya biola, piano, dan gitar, serta dikenal sebagai penyanyi soprano.

Kemampuannya mengantarkannya menjadi soprano soloist di The Resonanz Children's Choir (TRCC). Bersama paduan suara tersebut, Antea meraih prestasi pada berbagai kompetisi internasional, termasuk di Italia pada 2023, serta Austria dan Spanyol pada 2024.

Aktif Melestarikan Karya W.R. Soepratman

Antea juga aktif menghidupkan kembali karya-karya W.R. Soepratman yang belum banyak dikenal masyarakat.

Bersama sang ayah, ia menelusuri berbagai arsip dan naskah peninggalan W.R. Soepratman. Dari penelusuran tersebut ditemukan sejumlah karya, seperti Indonesia Tjantik dan Indonesia Hai Ibuku.

Kedua lagu itu hanya ditemukan dalam bentuk lirik tanpa notasi. Antea dan ayahnya kemudian menyusun melodi baru dengan nuansa musik era 1920-an agar karya tersebut dapat kembali dinikmati publik.

Pada Hari Pahlawan 10 November 2023, Antea juga merilis album berisi 12 lagu karya W.R. Soepratman yang kemudian memperoleh Rekor MURI.

Melalui penampilan di media sosial, konser, hingga sosialisasi ke berbagai sekolah, Antea terus memperkenalkan kembali karya-karya W.R. Soepratman kepada generasi muda sekaligus menjaga warisan musik kebangsaan Indonesia tetap hidup. (*)

Editor : Putut Ariyo
Antea Turk W.R. Soepratman Indonesia Raya Indonesia Raya Tiga Stanza The Resonanz Children's Choir