ROSA, Robot Asisten Operasi Lutut yang Bantu Dokter Lebih Presisi

JawaPos • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:42 WIB
Teknologi robotik ROSA yang bantu dokter sesuaikan operasi lutut dengan anatomi pasien. (Istimewa)
Teknologi robotik ROSA yang bantu dokter sesuaikan operasi lutut dengan anatomi pasien. (Istimewa)

batampos – Teknologi robotik semakin berperan dalam dunia medis, termasuk membantu dokter menangani operasi lutut yang membutuhkan tingkat presisi tinggi. Salah satu inovasi terbaru adalah ROSA Robotic Surgical Assistant, sistem robotik yang dirancang untuk mendukung dokter dalam merencanakan dan melakukan operasi penggantian sendi lutut.

Teknologi ini diperkenalkan oleh RS Premier Bintaro dalam acara "ROSA Robotic Surgical Assistant: Safer & Smarter Knee Surgery" yang digelar di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Berbeda dengan anggapan bahwa operasi robotik sepenuhnya dilakukan oleh mesin, ROSA berfungsi sebagai asisten bedah berbasis teknologi yang menyediakan data, pengukuran, dan panduan selama prosedur berlangsung. Seluruh keputusan medis tetap berada di tangan dokter.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Pinggul dan Lutut, dr. Andito Wibisono, menjelaskan bahwa teknologi robotik tidak menggantikan keahlian tenaga medis, melainkan meningkatkan akurasi tindakan melalui dukungan data yang lebih terukur.

"Teknologi robotik bukan untuk menggantikan peran dokter. Justru teknologi ini hadir sebagai assistant yang membantu dokter dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan dengan dukungan data serta perencanaan yang lebih detail," ujar dr. Andito.

Membantu Operasi Sesuai Anatomi Pasien

Setiap pasien memiliki bentuk dan karakteristik lutut yang berbeda sehingga operasi penggantian sendi memerlukan pendekatan yang lebih personal.

ROSA membantu dokter memperoleh informasi dan pengukuran secara real-time selama operasi sehingga pemasangan implan dapat dilakukan lebih presisi sesuai anatomi pasien.

Sistem ini juga membantu menentukan keseimbangan sendi dan menyusun rencana tindakan yang lebih akurat, sehingga hasil operasi diharapkan lebih optimal.

Meski demikian, dokter tetap menjadi pihak yang mengambil seluruh keputusan medis selama prosedur berlangsung.

Rehabilitasi Jadi Bagian Penting Pemulihan

Selain teknologi operasi, proses rehabilitasi juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pemulihan pasien.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Anita Ratnawati, dokter konsultan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Menurutnya, program rehabilitasi sebaiknya dirancang sejak sebelum operasi agar proses pemulihan berjalan sesuai kondisi dan target masing-masing pasien.

"Setiap pasien punya target dan kondisi berbeda. Rehabilitasi perlu disiapkan sejak awal agar pemulihan sesuai kebutuhan dan kemampuan pasien," jelas dr. Anita.

Ia menekankan keberhasilan operasi lutut tidak hanya ditentukan oleh tindakan bedah, tetapi juga oleh kolaborasi antara dokter bedah ortopedi, tim rehabilitasi, serta teknologi yang digunakan.

Teknologi Mendukung, Dokter Tetap Penentu

Pemanfaatan ROSA menjadi bagian dari perkembangan teknologi kesehatan yang mendukung tindakan medis semakin presisi.

Dengan dukungan data dan panduan selama operasi, dokter dapat melakukan tindakan yang lebih terukur tanpa menghilangkan peran utama tenaga medis dalam pengambilan keputusan.

Perpaduan antara pengalaman dokter, teknologi robotik, dan rehabilitasi yang terencana diharapkan mampu memberikan hasil operasi yang lebih optimal sekaligus mempercepat pemulihan fungsi lutut pasien. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
ROSA Robotic Surgical Assistant Operasi Lutut RS Premier Bintaro Ortopedi Teknologi Robotik