batampos - Film terbaru Rudi Soedjarwo ini mempertemukan romansa anak muda, atmosfer Kota Bandung, dan semesta cerita Pidi Baiq.
Bandung kembali menjadi saksi kisah cinta anak muda.
Kali ini, bukan Dilan dan Milea yang menjadi pusat cerita, melainkan Basil dan Elma. Keduanya hadir dalam Dan Bandung, film terbaru sutradara Rudi Soedjarwo yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.
Mengusung romansa remaja sebagai cerita utama, Dan Bandung membawa penonton ke dalam kisah hubungan dua anak muda yang tumbuh di tengah suasana Kota Bandung. Kota yang selama ini lekat dengan kenangan masa muda itu kembali diberi ruang untuk menjadi bagian penting dari sebuah cerita cinta.
Film produksi Verona Films tersebut juga membawa warna semesta karya Pidi Baiq. Nama yang selama ini identik dengan cerita-cerita remaja, dialog jenaka dan ungkapan cinta yang tak biasa.
Kehadiran Dan Bandung pun menarik perhatian bukan semata karena kisah Basil dan Elma. Ada sejumlah elemen yang membuat film ini layak diperbincangkan menjelang penayangannya.
Warna Pidi Baiq yang Tak Pernah Sederhana
Cerita cinta dalam karya Pidi Baiq selalu punya cara sendiri untuk mendekati penonton.
Alih-alih sekadar menghadirkan kisah jatuh cinta, dunia yang dibangun Pidi Baiq biasanya dipenuhi percakapan ringan, humor, kegamangan anak muda hingga kalimat-kalimat sederhana yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Formula tersebut sebelumnya hadir dalam sejumlah film seperti Dilan 1990, Dilan 1991, Milea: Suara dari Dilan, dan Ancika: Dia yang Bersamaku 1995.
Kini warna serupa kembali hadir dalam Dan Bandung melalui Basil dan Elma.
Namun, film ini memiliki tantangan sendiri. Penonton tentu akan membawa ingatan terhadap film-film sebelumnya ketika memasuki semesta Pidi Baiq. Karena itu, Basil dan Elma harus mampu berdiri sebagai karakter yang memiliki cerita dan daya tarik mereka sendiri.
Di situlah chemistry kedua pemeran menjadi penting.
Bandung Ikut Bercerita
Ada alasan mengapa Bandung sering menjadi pilihan dalam cerita tentang masa muda.
Kota ini tidak hanya menawarkan lanskap, tetapi juga suasana. Jalan-jalan kota, ruang publik, tempat berkumpul hingga sudut-sudut sederhana dapat menjadi bagian dari pengalaman anak muda.
Dalam Dan Bandung, atmosfer tersebut dimanfaatkan untuk membangun perjalanan Basil dan Elma.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian adalah kawasan kolong jembatan Alun-alun. Tempat yang mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang justru dapat menjadi ruang bagi lahirnya kenangan dalam sebuah kisah cinta.
Bandung akhirnya bukan sekadar tempat kejadian cerita.
Kota itu menjadi bagian dari perjalanan kedua tokoh utama.
Ada pertemuan, ada percakapan, ada perasaan yang tumbuh dan kemungkinan ada perpisahan yang harus dihadapi.
Rudi Soedjarwo Kembali ke Dunia Remaja
Nama Rudi Soedjarwo juga menjadi salah satu daya tarik film ini.
Sutradara tersebut bukan nama baru dalam genre cerita anak muda. Salah satu karya yang paling melekat dengan dirinya adalah Ada Apa dengan Cinta? yang dirilis pada 2002.
Film tersebut kemudian menjadi salah satu karya yang dikenang dalam sejarah perfilman Indonesia. Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra yang memerankan Cinta dan Rangga bahkan tumbuh menjadi pasangan layar yang ikonik.
Kini, Rudi kembali berhadapan dengan generasi baru.
Samo Rafael dipercaya memerankan Basil, sedangkan Shanna Shannon menjadi Elma.
Keduanya membawa tantangan yang tidak ringan. Mereka harus membangun karakter yang bisa diterima penonton tanpa sekadar menjadi bayang-bayang pasangan dari film-film romansa sebelumnya.
Apakah Basil dan Elma akan memiliki chemistry yang cukup kuat?
Jawabannya baru bisa ditemukan ketika film mulai tayang.
Dari Gala Premiere Menuju Bioskop
Menjelang penayangan nasional, Dan Bandung telah lebih dulu diperkenalkan melalui rangkaian gala premiere di sejumlah kota.
Pemutaran khusus digelar di Surabaya, kemudian berlanjut ke Semarang pada 7 Agustus, Yogyakarta 8 Agustus, Makassar 9 Agustus, Jakarta 12 Agustus, dan Bandung pada 15 Agustus.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan film sebelum akhirnya bertemu dengan penonton secara lebih luas.
Bagi penonton yang menyukai cerita cinta remaja, kehadiran Dan Bandung menawarkan sesuatu yang cukup familiar sekaligus baru.
Familiar karena membawa nama besar Pidi Baiq dan Rudi Soedjarwo.
Baru karena kali ini kisahnya berpusat pada Basil dan Elma.
Pada akhirnya, kekuatan film ini tidak hanya ditentukan oleh siapa yang berada di balik kamera atau nama besar yang melekat di dalamnya.
Yang lebih penting adalah apakah cerita Basil dan Elma mampu membuat penonton kembali percaya bahwa cinta pertama, kegelisahan masa muda dan kenangan tentang sebuah kota masih memiliki tempat di layar lebar.
Dan Bandung akan menjawabnya mulai 20 Agustus 2026.
Barangkali, setelah Dilan dan Milea, kini giliran Basil dan Elma yang membawa penonton kembali jatuh cinta pada Bandung. (*)
Editor : M Tahang