ChatGPT untuk Remaja Diluncurkan, Akurasi Deteksi Usia Jadi Sorotan

JawaPos • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Ilustrasi ChatGPT memberi sumber informasi (Dok. Unsplash)
Ilustrasi ChatGPT memberi sumber informasi (Dok. Unsplash)

batampos – OpenAI mulai meluncurkan ChatGPT untuk Remaja, pengalaman ChatGPT dengan perlindungan tambahan bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun. Namun, sistem otomatis untuk memperkirakan usia pengguna menjadi sorotan karena pakar keselamatan anak mempertanyakan seberapa akurat teknologi tersebut dalam mengenali remaja.

OpenAI memperkenalkan ChatGPT untuk Remaja pada 18 Agustus 2026. Sistem akan secara otomatis menerapkan pengalaman remaja jika memperkirakan pengguna berusia di bawah 18 tahun atau pengguna menyatakan berusia 13-17 tahun.

Dalam sistem tersebut, pengguna tidak perlu membuat akun baru atau mengubah pengaturan secara manual. Pengalaman remaja mencakup perlindungan tambahan terhadap sejumlah konten sensitif serta kontrol tambahan bagi orang tua.

Baca Juga: Insentif Motor Listrik Dipangkas Jadi Rp3 Juta, INDEF Soroti Dampaknya

OpenAI menggunakan sistem prediksi usia yang menganalisis kombinasi sinyal perilaku dan informasi akun. Sinyal tersebut antara lain pola penggunaan, waktu pengguna aktif, usia akun, serta usia yang dinyatakan pengguna.

Namun, sistem tersebut tidak menjamin identifikasi usia secara sempurna. OpenAI sendiri mengakui prediksi usia dapat keliru dan menyediakan mekanisme verifikasi bagi pengguna dewasa yang salah ditempatkan dalam pengalaman remaja.

Persoalan akurasi inilah yang menjadi perhatian sejumlah pakar keselamatan anak. Mereka mempertanyakan seberapa efektif sistem tersebut mendeteksi pengguna remaja dan meminta adanya data independen mengenai tingkat kesalahan prediksi usia.

Kekhawatiran tersebut penting karena kesalahan deteksi dapat berdampak pada perlindungan yang diterima pengguna. Remaja yang tidak teridentifikasi sebagai pengguna di bawah 18 tahun berpotensi tidak memperoleh seluruh perlindungan yang dirancang OpenAI untuk kelompok usia tersebut.

Di sisi lain, remaja yang salah dikategorikan sebagai pengguna di bawah umur juga dapat memperoleh pengalaman dengan sejumlah pembatasan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Baca Juga: 3.000 Anak PAUD Semarakkan Karnaval HAN dan HUT ke-81 RI di Sagulung

OpenAI mengatakan pendekatan prediksi usia memang dirancang sebagai lapisan keamanan tambahan. Jika sistem memperkirakan akun kemungkinan milik pengguna di bawah 18 tahun, ChatGPT akan menerapkan perlindungan remaja secara otomatis.

Perlindungan tersebut mencakup pembatasan terhadap konten kekerasan grafis, tantangan berisiko, permainan peran seksual atau romantis, serta konten yang mendorong standar kecantikan ekstrem, diet tidak sehat, atau mempermalukan bentuk tubuh.

OpenAI juga menyatakan pengguna dewasa yang keliru masuk ke pengalaman remaja dapat melakukan verifikasi usia melalui layanan pihak ketiga Persona. Setelah usia terverifikasi 18 tahun atau lebih, perlindungan khusus remaja dapat dihapus.

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya OpenAI memperkuat perlindungan bagi pengguna muda. Sebelumnya, perusahaan telah memperkenalkan pengawasan orang tua dan sejumlah kebijakan khusus untuk pengguna di bawah 18 tahun.

Tantangan berikutnya bukan sekadar menghadirkan fitur keamanan, tetapi memastikan sistem tersebut mampu bekerja secara konsisten di dunia nyata. Bagi pakar keselamatan anak, transparansi mengenai akurasi dan pengujian independen menjadi penting agar perlindungan yang dijanjikan tidak berhenti pada klaim perusahaan. (*)

Editor : M Tahang
ChatGPT untuk Remaja OpenAI ChatGPT