Ariana Grande Kecam Trump usai Lagu We Can't Be Friends Dipakai di Unggahan Media Sosial

JawaPos • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:08 WIB
Ariana Grande. Foto: x @creepydotorg
Ariana Grande. Foto: x @creepydotorg

batampos - Penyanyi pop Ariana Grande kembali menyuarakan keberatannya terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump setelah lagunya, "We Can't Be Friends (Wait for Your Love)", digunakan dalam sebuah unggahan media sosial yang dikaitkan dengan pemerintahan tersebut.

Dilansir dari Variety, Ariana merespons penggunaan lagunya dengan kritik terbuka melalui media sosial. Ia menegaskan tidak ingin karya musiknya digunakan untuk mendukung pesan atau agenda politik yang tidak sejalan dengan pandangannya.

Dalam unggahan tersebut, Ariana menyampaikan kalimat "your truth is false" atau "kebenaranmu itu salah", sebagai bentuk penolakannya terhadap narasi yang disampaikan dalam konten tersebut.

Pernyataan itu sekaligus memperjelas sikap pelantun "Thank U, Next" yang sejak lama menolak penggunaan musiknya dalam konten politik tanpa persetujuannya.

Bukan Kali Pertama

Ini bukan kali pertama Ariana Grande memprotes penggunaan lagunya oleh pihak yang berkaitan dengan pemerintahan Trump.

Sebelumnya, ia juga mengecam penggunaan lagu "Bye" dalam sebuah video TikTok yang membahas kebijakan deportasi. Saat itu, Ariana menyatakan keberatan karena musiknya dipakai untuk menyampaikan pesan politik yang tidak ia dukung.

Sikap konsisten Ariana menempatkannya dalam daftar sejumlah musisi yang secara terbuka menolak karya mereka digunakan dalam kampanye atau komunikasi politik tanpa persetujuan.

Perdebatan soal Penggunaan Musik untuk Politik

Kasus yang melibatkan Ariana Grande kembali memicu perdebatan mengenai penggunaan karya musik oleh pihak ketiga dalam komunikasi politik.

Sejumlah musisi sebelumnya juga pernah menyampaikan protes ketika lagu mereka digunakan dalam unggahan atau kampanye politik yang dinilai tidak sesuai dengan nilai dan pesan yang ingin mereka sampaikan.

Bagi Ariana Grande, persoalan ini tidak hanya menyangkut hak atas karya, tetapi juga mengenai pesan yang melekat pada penggunaan musik tersebut. Melalui respons terbarunya, ia kembali menegaskan bahwa ia tidak menginginkan lagunya digunakan untuk kepentingan politik tanpa persetujuannya. (*)

Editor : Putut Ariyo
We Can't Be Friends Ariana Grande musik hiburan donald trump