batampos – Rumah produksi Karya Kreatif Utama menghadirkan film “Autopsy: Dead Body Can Talk”, yang mengangkat perjalanan Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, dokter forensik Polri yang dikenal melalui kiprahnya dalam penyidikan ilmiah.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 3 September 2026 tersebut tidak hanya mengangkat sisi profesional dokter forensik dalam mengungkap kasus, tetapi juga menghadirkan pesan tentang empati dan nilai kemanusiaan.
Sutradara Ozan Ruz mengatakan Autopsy: Dead Body Can Talk mengajak penonton mengikuti berbagai lapisan emosi yang dialami sosok dokter Hastry. Di balik pekerjaan yang berhadapan dengan jenazah, film tersebut juga ingin menunjukkan pentingnya hati nurani dalam menjalankan profesi.
Menurut Ozan, empati bukan hanya tentang melihat atau merasakan kondisi orang lain, tetapi juga keberanian untuk berhenti sejenak dan melakukan sesuatu bagi mereka yang membutuhkan.
“Yang dilakukan Dokter Hastry adalah memberikan hati nurani kepada jenazah yang tidak bisa lagi bicara. Saya berharap penonton bukan hanya membawa cerita yang melekat, tetapi juga nilai empati tersebut,” ujar Ozan seusai gala premiere film di Jakarta, Selasa.
Ia berharap pesan tersebut tidak berhenti setelah penonton meninggalkan bioskop. Menurutnya, sikap empati dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai bentuk pertolongan sederhana kepada orang lain.
Sementara itu, Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, yang juga menjadi eksekutif produser film, berharap karya tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ilmu forensik dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
Ia mengatakan pendekatan ilmiah diperlukan agar sebuah kasus dapat diungkap berdasarkan fakta, bukti, serta proses hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Setelah selesai menonton film, penonton tahu bahwa peran forensik ini penting sekali. Kami sangat membantu tugas kepolisian dan penyidik di mana pun agar kasusnya jelas secara hukum, secara sains, dan bisa diterima masyarakat,” kata Sumy Hastry.
Kisah Dokter Forensik Mengungkap Jejak Kematian
Autopsy: Dead Body Can Talk menceritakan Hastry yang diperankan Masayu Anastasia, seorang dokter forensik yang berpegang pada sains dan fakta dalam menjalankan tugasnya.
Hastry digambarkan mengabdikan hidup untuk menerjemahkan berbagai jejak kematian menjadi bukti yang dapat membantu mengungkap kebenaran. Namun, dalam menjalankan pekerjaannya, ia juga menghadapi pengalaman yang tidak selalu dapat dijelaskan hanya melalui logika.
Film tersebut memadukan sisi penyidikan ilmiah dengan perjalanan emosional tokoh utama. Pengalaman Hastry dalam berhadapan dengan berbagai jenazah menjadi bagian penting dari cerita sekaligus membuka perspektif mengenai sisi kemanusiaan di balik pekerjaan seorang dokter forensik.
Selain Masayu Anastasia, film ini dibintangi Samuel Rizal, Teuku Rifnu Wikana, dan Ryuka Bunga.
“Autopsy: Dead Body Can Talk” dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026. (*)
Editor : Putut Ariyo