batampos - Matcha kini semakin mudah ditemukan dalam berbagai menu makanan dan minuman. Bubuk teh hijau khas Jepang ini tidak hanya disajikan sebagai minuman hangat, tetapi juga diolah menjadi latte, smoothie, es krim, kue, hingga beragam dessert.
Popularitas matcha tidak lepas dari cita rasa serta warna hijaunya yang khas. Di balik itu, matcha juga mengandung sejumlah senyawa yang banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan tubuh.
Matcha mengandung berbagai komponen, antara lain katekin, kafein, L-theanine, asam fenolik, vitamin C, klorofil, dan tanin. Kandungan tersebut membuat matcha tidak sekadar menjadi minuman yang populer.
Sejumlah sumber kesehatan seperti Hello Sehat dan Alodokter mengaitkan konsumsi matcha dengan beberapa potensi manfaat bagi tubuh. Namun, manfaat tersebut perlu dipahami secara proporsional karena hasil penelitian dapat berbeda dan matcha bukan pengganti pengobatan medis.
1. Membantu Menunjang Fungsi Otak
Matcha mengandung kafein dan L-theanine yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan serta mendukung konsentrasi.
Kandungan katekin, termasuk epigallocatechin gallate (EGCG), juga menjadi salah satu komponen teh hijau yang banyak diteliti terkait fungsi otak.
Kombinasi kafein dan L-theanine membuat matcha kerap dikonsumsi sebagai teman bekerja atau belajar. Meski demikian, respons setiap orang dapat berbeda, terutama karena adanya kandungan kafein.
2. Mengandung Antioksidan yang Berpotensi Melindungi Sel
Matcha kaya akan katekin, salah satunya EGCG yang memiliki aktivitas antioksidan.
Antioksidan membantu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif di dalam tubuh. Sejumlah penelitian juga telah mengamati potensi katekin dalam memengaruhi berbagai proses biologis yang berkaitan dengan kesehatan sel.
Meski demikian, temuan tersebut belum dapat diartikan bahwa konsumsi matcha mampu mencegah atau mengobati kanker. Penelitian pada manusia masih diperlukan untuk mengetahui pengaruh konsumsi matcha terhadap risiko kanker secara lebih pasti.
3. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung
Kandungan katekin dalam teh hijau juga banyak dikaitkan dengan kesehatan sistem kardiovaskular.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau berpotensi memberikan pengaruh terhadap faktor risiko penyakit jantung, termasuk kadar kolesterol dan fungsi pembuluh darah.
Kandungan antioksidan seperti EGCG juga berpotensi membantu mengurangi dampak stres oksidatif pada sel.
Namun, manfaat tersebut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola hidup sehat. Konsumsi matcha tetap tidak dapat menggantikan pola makan seimbang, aktivitas fisik, maupun pengobatan yang direkomendasikan tenaga medis.
4. Dapat Mendukung Program Pengelolaan Berat Badan
Matcha juga kerap dikaitkan dengan metabolisme tubuh dan pengeluaran energi. Kandungan kafein serta senyawa dalam teh hijau berpotensi memberikan pengaruh terhadap proses tersebut.
Karena itu, matcha terkadang dikonsumsi sebagai bagian dari pola hidup untuk mengelola berat badan, termasuk sebagai minuman sebelum berolahraga.
Namun, cara penyajian perlu diperhatikan. Matcha tanpa tambahan gula memiliki kandungan kalori yang berbeda dengan matcha latte yang menggunakan gula, sirup, krimer, atau bahan tambahan lainnya.
Pengelolaan berat badan pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan keseimbangan energi. Matcha bukan solusi tunggal untuk menurunkan berat badan.
5. Berpotensi Mendukung Kesehatan Hati
Kandungan antioksidan dalam matcha juga menarik perhatian dalam penelitian mengenai kesehatan hati.
Sejumlah penelitian terhadap teh hijau dan senyawa katekin menunjukkan adanya potensi pengaruh terhadap kondisi tertentu yang berkaitan dengan fungsi hati. Namun, bukti mengenai manfaat matcha secara khusus masih terus berkembang.
Karena itu, matcha tidak seharusnya dianggap sebagai terapi untuk penyakit hati. Seseorang yang memiliki gangguan fungsi hati sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengandalkan makanan atau minuman tertentu sebagai bagian dari penanganan kondisi tersebut.
6. Membantu Menjaga Fokus dan Konsentrasi
Selain mendukung kewaspadaan, matcha juga populer karena dianggap dapat membantu menjaga fokus.
Kombinasi kafein dan L-theanine menjadi salah satu faktor yang membuat matcha banyak dikonsumsi saat bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian.
L-theanine merupakan asam amino yang secara alami terdapat dalam teh dan telah diteliti karena potensinya memberikan efek relaksasi. Ketika dikonsumsi bersama kafein, kombinasi keduanya dapat mendukung perhatian dan konsentrasi pada sebagian orang.
Meski demikian, sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda. Konsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan efek seperti sulit tidur, gelisah, atau jantung berdebar pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Catatan: Jika ingin mendapatkan manfaat matcha, perhatikan jumlah konsumsi dan cara penyajiannya. Matcha yang dicampur banyak gula atau bahan tinggi kalori tentu memiliki profil nutrisi yang berbeda dibandingkan matcha tanpa tambahan tersebut. (*)
Editor : Putut Ariyo