Hands On Galaxy S26 FE: Tipis dan Makin Premium

jpg • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 23:59 WIB
Perangkat Samsung Galaxy S26 FE. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Perangkat Samsung Galaxy S26 FE. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

batampos - Kesan pertama saat menggenggam Samsung Galaxy S26 FE adalah bodinya yang terasa ramping. Dengan ketebalan 7,4 mm, smartphone ini tidak langsung memberikan kesan sebagai perangkat Fan Edition yang berada di bawah lini flagship, terutama ketika material kaca dan bingkai aluminiumnya mulai terasa di tangan.

JawaPos.com berkesempatan melakukan hands on singkat terhadap Galaxy S26 FE setelah smartphone tersebut resmi meluncur di Indonesia. Pengujian belum sampai tahap mendalam, tetapi sejumlah karakter perangkat sudah terasa sejak pertama digunakan, mulai dari layar 120Hz yang responsif, desain yang lebih segar, hingga performa Exynos 2500 yang menjadi salah satu perubahan penting generasi ini.

Samsung memang membawa Galaxy S26 FE sebagai alternatif bagi pengguna yang ingin mendapatkan sejumlah fitur khas lini flagship tanpa harus memilih model Galaxy S tertinggi. Dari penggunaan singkat, formula tersebut mulai terlihat.

Bodi Tipis dan Nyaman Digenggam

Galaxy S26 FE memiliki layar berukuran 6,7 inci. Ukuran tersebut tergolong besar, tetapi ketebalan bodi yang hanya 7,4 mm membuat perangkat tidak terasa terlalu tebal ketika digenggam.

Bagian belakang menggunakan Corning Gorilla Glass Victus+, dipadukan dengan bingkai aluminium. Kombinasi material tersebut memberikan kesan kokoh sekaligus mempertahankan tampilan premium.

Samsung menyediakan tiga pilihan warna, yakni Pistachio, Blueberry, dan Graphite.

Pistachio memberikan karakter lebih playful melalui warna hijau pastel. Blueberry terlihat lebih kalem, sedangkan Graphite menjadi pilihan yang relatif aman bagi pengguna yang menginginkan tampilan lebih understated.

Dari ketiganya, pilihan warna Galaxy S26 FE terasa cukup berbeda dari pendekatan warna flagship yang cenderung bermain aman.

Layar 120Hz Langsung Terasa

Begitu masuk ke antarmuka, salah satu hal yang langsung terasa adalah refresh rate 120Hz.

Perpindahan antar-menu, scrolling, hingga membuka aplikasi terasa mulus. Fitur tersebut memang bukan hal baru di kelas smartphone premium, tetapi layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci pada Galaxy S26 FE memberikan pengalaman visual yang nyaman sejak awal.

Layar tersebut memiliki resolusi Full HD+ 1080 x 2340 piksel. Samsung juga mengklaim tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.900 nits.

Ukuran layar yang lega terasa mendukung penggunaan multimedia. Menonton video menjadi lebih imersif, sementara ruang tampilan juga cukup luas ketika perangkat digunakan untuk bermain game.

Namun, layar 6,7 inci tetap membawa konsekuensi. Penggunaan dengan satu tangan tidak senyaman smartphone berukuran lebih kecil.

Exynos 2500 Belum Diuji Benchmark

Galaxy S26 FE ditenagai Exynos 2500 yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 3nm.

Dalam sesi hands on singkat, perangkat belum digunakan untuk pengujian benchmark maupun pemakaian berat dalam waktu panjang. Karena itu, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai performa akhirnya.

Meski demikian, respons antarmuka terasa cepat. Perpindahan aplikasi juga berlangsung ringan selama penggunaan awal.

Samsung menyebut performa CPU multi-core meningkat hingga 15 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara itu, kemampuan NPU untuk pemrosesan AI diklaim meningkat hingga 39 persen.

Galaxy S26 FE hadir dengan RAM 8 GB LPDDR5X dan pilihan penyimpanan 128 GB, 256 GB, serta 512 GB.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah tidak adanya slot microSD. Artinya, kapasitas penyimpanan yang dipilih sejak awal akan menjadi kapasitas yang digunakan dalam jangka panjang.

Kamera Telefoto Jadi Pembeda

Sektor kamera menjadi salah satu bagian yang menarik untuk dieksplorasi lebih jauh.

Galaxy S26 FE membawa kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide 12 MP, serta kamera telefoto 8 MP dengan 3x optical zoom dan hingga 30x digital zoom.

Dalam penggunaan singkat, keberadaan kamera telefoto membuat perangkat lebih fleksibel dibandingkan smartphone yang hanya mengandalkan kamera utama dan ultrawide.

Untuk pembuat konten, Samsung juga membekali Galaxy S26 FE dengan My FanCam yang dapat membantu melacak subjek secara otomatis.

Ada pula fitur Horizontal Lock yang ditujukan untuk menjaga orientasi video ketika pengguna bergerak saat merekam.

Fitur-fitur tersebut menarik untuk diuji lebih lanjut. Namun, efektivitasnya baru dapat dinilai setelah digunakan dalam kondisi nyata, termasuk ketika merekam subjek bergerak dan pada kondisi pencahayaan berbeda.

One UI 9 dan Galaxy AI

Galaxy S26 FE langsung menggunakan One UI 9 berbasis Android terbaru.

Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan antarmuka Samsung, adaptasi tidak membutuhkan waktu lama. Navigasi terasa familiar, sementara sejumlah fitur berbasis Galaxy AI semakin ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman penggunaan sehari-hari.

Di sinilah peningkatan NPU pada Exynos 2500 menjadi relevan. Samsung tidak hanya meningkatkan kemampuan pemrosesan untuk aplikasi dan game, tetapi juga memberikan ruang lebih besar bagi fitur AI untuk bekerja di perangkat.

Samsung juga menjanjikan dukungan pembaruan software hingga tujuh tahun. Dukungan tersebut menjadi salah satu aspek yang menarik bagi pengguna yang berencana menggunakan smartphone dalam jangka panjang.

Untuk daya, Galaxy S26 FE membawa baterai berkapasitas 4.900 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W.

Kapasitas baterai tersebut cukup besar untuk perangkat dengan bodi setipis 7,4 mm. Namun, daya tahan sebenarnya tetap perlu dibuktikan melalui pengujian penggunaan sehari-hari.

First Impression Galaxy S26 FE

Setelah mencoba Galaxy S26 FE secara singkat, kesan yang paling menonjol bukan berasal dari satu spesifikasi tertentu.

Samsung tampaknya berusaha membuat Fan Edition generasi ini terasa sebagai perangkat yang utuh, bukan sekadar versi flagship dengan sejumlah fitur yang dipangkas.

Bodi tipis, layar Dynamic AMOLED 2X 120Hz, Exynos 2500, kamera telefoto, Galaxy AI, dan dukungan pembaruan software hingga tujuh tahun menjadi kombinasi yang menarik di atas kertas sekaligus cukup menjanjikan dari pengalaman awal.

Namun, hands on singkat belum cukup untuk menjawab seluruh aspek tersebut.

Daya tahan baterai, performa saat bermain game dalam waktu lama, temperatur perangkat, kemampuan kamera malam hari, kualitas zoom, hingga efektivitas fitur Galaxy AI masih membutuhkan pengujian lebih panjang.

Untuk sementara, Galaxy S26 FE meninggalkan impresi awal sebagai smartphone yang terasa matang sejak pertama digenggam. Label “FE” kali ini juga tidak serta-merta membuatnya terasa seperti perangkat kelas dua. (*)

Editor : Putut Ariyo
Galaxy S26 FE Samsung Galaxy S26 FE smartphone Samsung Galaxy AI samsung