batampos - Karakter Stitch dan Angel dari Disney tampil dalam wajah berbeda melalui proyek "Disney Jajan" yang diluncurkan di Jakarta Illustration and Creative Arts Fair (JICAF) 2026.
Dalam kolaborasi tersebut, tiga ilustrator Indonesia, Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic, menginterpretasikan kedua karakter Disney ke dalam karya seni bertema jajanan pasar. Karya tersebut kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk gaya hidup yang dapat dibeli masyarakat.
Total terdapat sekitar 100 varian produk atau Stock Keeping Unit (SKU) yang dihasilkan dari kolaborasi tersebut. Setiap produk membawa karakteristik visual dan gaya bercerita masing-masing ilustrator tanpa menghilangkan identitas asli Stitch dan Angel.
Perwakilan Consumer Product Disney, Elis, mengatakan ketiga ilustrator memiliki pendekatan berbeda dalam menerjemahkan konsep "Disney Jajan".
"Ykha Amelz membawa tema food marker, banyak memakai elemen makanan. Sementara Willy Devis (WD Wily) mengusung konsep pasar malam yang penuh warna vibrant dan lampu, serta Martcellia Liunic (Liunic) yang merangkai seluruh aktivitas jajan dari pagi, siang ke malam," ujar Elis saat ditemui ANTARA di Jakarta, Kamis.
Stitch dan Angel Masuk ke Dunia Jajanan Pasar
Konsep "Disney Jajan" tidak berhenti sebagai karya ilustrasi. Karya ketiga ilustrator tersebut kemudian dialihkan menjadi berbagai produk komersial melalui kerja sama Disney dengan sejumlah mitra bisnis.
Produk yang dihasilkan mencakup barang gaya hidup, art toys, perhiasan emas, hingga pakaian atau apparel.
Transformasi tersebut membuat ilustrasi yang awalnya hadir sebagai karya seni di ruang pamer dapat dinikmati dalam bentuk produk sehari-hari.
"Nantinya ini akan dipamerkan juga di Gandaria. Seru, datang ya tanggal 10 Desember," kata Elis.
Kehadiran "Disney Jajan" menjadi salah satu contoh bagaimana karakter global dapat dipertemukan dengan gaya visual dan budaya lokal melalui kolaborasi dengan kreator Indonesia.
Tema jajanan pasar juga memberikan ruang bagi para ilustrator untuk memasukkan elemen keseharian masyarakat Indonesia ke dalam karakter yang telah dikenal secara global.
JICAF 2026 Dorong Ilustrasi Lokal Masuk Industri
Kolaborasi Disney dengan tiga ilustrator Indonesia tersebut sejalan dengan misi JICAF 2026 yang tidak hanya menempatkan ilustrasi sebagai karya seni, tetapi juga memperlihatkan potensinya untuk masuk ke berbagai sektor industri kreatif.
Karya seni yang ditampilkan dalam ajang tersebut dapat dikembangkan menjadi produk komersial melalui kolaborasi antara ilustrator dan pelaku usaha.
Elis mengatakan Disney juga berupaya menggandeng mitra dengan cakupan distribusi yang luas agar produk hasil kolaborasi dapat menjangkau konsumen di berbagai daerah.
"Jadi, semua ini akan dikomersialkan oleh partner-partner ini supaya karya seni ini bisa dinikmati semua orang. Kami juga mencari partner yang memang cakupannya luas, supaya ini sampai ke semua kota, semuanya bisa menikmati produk ini juga," ujarnya.
Kolaborasi "Disney Jajan" menunjukkan bagaimana ilustrasi dapat bergerak dari ruang pamer menuju pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang bagi kreator lokal untuk memperluas jangkauan karya melalui kolaborasi dengan merek global. (*)
Editor : Putut Ariyo