Takut Gemuk Saat Berhenti Merokok? Ini 5 Cara Menjaga Berat Badan

JawaPos • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 23:10 WIB

 

ilustrasi pola hidup sehat saat berhenti merokok / pexels.(ist)
ilustrasi pola hidup sehat saat berhenti merokok / pexels.(ist)

batampos - Kekhawatiran mengalami kenaikan berat badan kerap membuat seseorang ragu untuk berhenti merokok. Padahal, perubahan berat badan setelah berhenti merokok tidak selalu terjadi secara signifikan dan dapat dikelola melalui pola hidup sehat.

Nikotin diketahui dapat menekan nafsu makan sekaligus meningkatkan penggunaan energi tubuh. Ketika konsumsi nikotin dihentikan, nafsu makan dapat meningkat dan metabolisme tubuh kembali ke kondisi normal.

Selain itu, kemampuan mengecap dan mencium makanan dapat membaik setelah berhenti merokok. Kondisi tersebut membuat makanan terasa lebih nikmat dan pada sebagian orang dapat meningkatkan keinginan untuk makan atau ngemil.

Dilansir dari laman The Ohio State University, Rabu (23/9), terdapat sejumlah strategi yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan berat badan selama proses berhenti merokok.

Penyesuaian pola makan, aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres dapat membantu seseorang menjalani masa transisi tanpa harus kembali merokok.

Berikut lima langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga berat badan saat berhenti merokok:

1. Tingkatkan Aktivitas Fisik Secara Berkala

Memulai aktivitas fisik ringan seperti berjalan cepat atau bersepeda dapat membantu membakar kalori sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

Aktivitas fisik juga dapat menjadi cara untuk mengalihkan keinginan merokok dan membantu mengelola stres selama proses berhenti merokok.

2. Alihkan Kebiasaan Oral

Keinginan untuk merokok terkadang muncul bersamaan dengan dorongan untuk mengunyah atau memasukkan sesuatu ke mulut.

Kebiasaan tersebut dapat dialihkan dengan mengunyah permen karet bebas gula, mengonsumsi potongan sayuran, atau minum air putih. Cara ini dapat membantu mengurangi keinginan mengonsumsi camilan tinggi kalori.

3. Utamakan Makanan Tinggi Serat dan Protein

Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta sumber protein seperti ikan, telur, dan daging tanpa lemak dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Makanan yang kaya serat dan protein cenderung memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengendalikan keinginan makan berlebihan di antara waktu makan.

4. Jaga Kualitas dan Durasi Tidur

Kurang tidur dapat memengaruhi nafsu makan, suasana hati, dan kemampuan seseorang mengendalikan pilihan makanan.

Orang dewasa umumnya dianjurkan mendapatkan tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam. Istirahat yang cukup dapat membantu menjaga kondisi tubuh selama proses berhenti merokok.

5. Kelola Stres Tanpa Makanan atau Rokok

Stres dapat memicu keinginan untuk kembali merokok atau mengonsumsi makanan tinggi gula dan kalori.

Untuk mengatasinya, cobalah teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dalam, meditasi atau mindfulness, berolahraga, serta melakukan hobi yang menyenangkan.

Berhenti merokok tetap memberikan manfaat kesehatan yang besar meskipun sebagian orang mengalami perubahan nafsu makan atau berat badan. Karena itu, kekhawatiran terhadap berat badan sebaiknya tidak menjadi alasan untuk menunda upaya berhenti merokok.

Jika mengalami kesulitan mengendalikan berat badan atau dorongan merokok yang sangat kuat, berkonsultasilah dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan pendampingan yang sesuai.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Takut Gemuk Merokok berhenti tayang