Mobil Hybrid atau Listrik, Mana yang Lebih Cocok untuk Harian?

JawaPos • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 16:40 WIB
JAECOO J5 EV, salah satu model mobil listrik yang banyak mengaspal di jalanan Indonesia. (JawaPos)
JAECOO J5 EV, salah satu model mobil listrik yang banyak mengaspal di jalanan Indonesia. (JawaPos)

batampos – Perkembangan kendaraan elektrifikasi membuat masyarakat memiliki semakin banyak pilihan ketika membeli mobil baru. Selain mobil hybrid yang masih menggunakan mesin bensin, mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) juga semakin mudah ditemukan di pasar Indonesia.

Keduanya memiliki karakteristik berbeda, mulai dari konsumsi energi, jarak tempuh, waktu pengisian, hingga kebiasaan penggunaan sehari-hari. Lantas, mana yang lebih sesuai untuk kebutuhan harian?

1. Perbedaan Cara Kerja

Mobil hybrid menggunakan mesin pembakaran internal yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai. Sistem tersebut memungkinkan kendaraan menggunakan mesin bensin, motor listrik, atau kombinasi keduanya sesuai kondisi berkendara.

Sementara itu, mobil listrik murni atau BEV tidak menggunakan mesin pembakaran internal. Seluruh tenaga kendaraan berasal dari baterai yang menggerakkan motor listrik sehingga pengguna perlu mengisi daya secara berkala.

Perbedaan sistem tersebut menjadi dasar dari karakteristik yang dirasakan pengguna dalam penggunaan sehari-hari.

2. Mobil Hybrid Lebih Fleksibel untuk Perjalanan Jauh

Salah satu karakteristik mobil hybrid adalah fleksibilitas ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Saat daya baterai tidak mencukupi, mesin bensin tetap dapat digunakan sehingga pengemudi dapat melanjutkan perjalanan dengan mengisi bahan bakar di SPBU.

Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang sering bepergian ke daerah yang belum memiliki banyak fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Mobil hybrid juga tidak sepenuhnya bergantung pada SPKLU karena pengemudi tetap dapat mengandalkan jaringan SPBU yang tersebar di berbagai daerah.

3. Mobil Listrik Praktis untuk Penggunaan Harian Tertentu

Mobil listrik memiliki sistem penggerak yang lebih sederhana karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal. Pengguna juga tidak perlu mengisi bahan bakar seperti pada mobil konvensional atau hybrid.

Bagi masyarakat yang sebagian besar aktivitasnya berlangsung di perkotaan dan memiliki akses pengisian daya di rumah, mobil listrik dapat menjadi pilihan praktis.

Infrastruktur pengisian daya juga terus berkembang. PLN mencatat telah menyiapkan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 lokasi di Indonesia hingga Maret 2026. Jarak rata-rata antar-SPKLU yang disiapkan PLN sekitar 22 kilometer.

4. Waktu Pengisian Perlu Dipertimbangkan

Perbedaan lain terletak pada waktu yang dibutuhkan untuk mengisi energi kendaraan.

Mobil hybrid dapat kembali digunakan setelah mengisi bahan bakar dalam waktu relatif singkat. Sementara pada mobil listrik, durasi pengisian bergantung pada kapasitas baterai, daya charger, dan jenis fasilitas yang digunakan.

Pengisian di rumah umumnya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan fasilitas pengisian cepat. Namun, pengguna dapat mengisi daya ketika kendaraan tidak digunakan, misalnya pada malam hari di rumah.

PLN juga terus mengembangkan fasilitas pengisian cepat. Salah satunya melalui SPKLU Center yang dilengkapi fasilitas Ultra Fast Charging, sehingga pengisian daya dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan pengisian reguler.

5. Bagaimana dengan Biaya Operasional?

Mobil listrik memiliki potensi biaya energi yang lebih rendah karena menggunakan listrik sebagai sumber tenaga. Namun, besarnya penghematan bergantung pada konsumsi kendaraan, tarif listrik, pola berkendara, serta harga bahan bakar yang menjadi pembanding.

Sementara itu, mobil hybrid tetap membutuhkan bahan bakar. Namun, penggunaan motor listrik dapat membantu meningkatkan efisiensi pada kondisi berkendara tertentu, termasuk lalu lintas perkotaan.

Karena itu, perbandingan biaya kepemilikan sebaiknya tidak hanya melihat harga pembelian kendaraan. Pengguna juga perlu memperhitungkan biaya energi, perawatan, pajak, asuransi, dan kebutuhan penggunaan selama beberapa tahun.

6. Pasar Mobil Listrik dan Hybrid Sama-Sama Tumbuh

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan kendaraan elektrifikasi semakin mendapat tempat di pasar otomotif nasional.

Sepanjang 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi yang terdiri atas hybrid, plug-in hybrid, dan BEV mencapai 175.144 unit, meningkat dari 103.228 unit pada 2024.

Secara khusus, penjualan mobil hybrid meningkat dari 59.903 unit pada 2024 menjadi 65.943 unit pada 2025. Sementara penjualan BEV naik dari 43.188 unit menjadi 103.931 unit pada periode yang sama.

Tren tersebut berlanjut pada 2026. Data Gaikindo yang dikutip Bisnis menunjukkan penjualan hybrid mencapai sekitar 50.373 unit sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pada periode yang sama, penjualan BEV juga terus berkembang.

7. Mana yang Cocok untuk Dipakai Sehari-hari?

Pilihan antara mobil hybrid dan mobil listrik pada akhirnya bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.

Mobil hybrid dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan antarkota, bepergian ke daerah dengan fasilitas pengisian listrik terbatas, atau menginginkan kendaraan elektrifikasi dengan fleksibilitas pengisian energi melalui SPBU.

Sementara mobil listrik dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang mayoritas berkendara di dalam kota, memiliki akses pengisian daya di rumah atau tempat kerja, serta ingin menggunakan kendaraan tanpa mesin pembakaran internal.

Bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan jauh tetapi tetap ingin menggunakan teknologi elektrifikasi, karakteristik hybrid yang dapat mengandalkan mesin bensin dan motor listrik dapat menjadi pertimbangan.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis kendaraan yang secara otomatis cocok untuk semua pengguna. Pemilihan mobil perlu mempertimbangkan jarak tempuh harian, ketersediaan fasilitas pengisian daya, frekuensi perjalanan luar kota, anggaran, serta infrastruktur yang tersedia di sekitar tempat tinggal.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Cocok mobil listrik hybrid