batampos – Menjaga kadar gula darah tetap terkendali merupakan bagian penting dalam pola hidup, terutama bagi orang yang mengalami prediabetes maupun diabetes tipe 2. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pilihan makanan, termasuk buah-buahan.
Buah memang mengandung gula alami yang dapat memengaruhi kadar glukosa darah. Namun, kondisi tersebut bukan berarti pengidap diabetes harus menghindari buah sepenuhnya.
Dengan memilih jenis dan porsi yang sesuai, buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Sejumlah buah juga mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.
Serat dalam buah dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat sehingga kenaikan kadar gula darah tidak berlangsung terlalu cepat.
Dilansir dari English Jagran, berikut enam buah yang dapat menjadi pilihan karena memiliki indeks glikemik relatif rendah hingga sedang.
1. Apel
Apel merupakan buah yang praktis untuk dijadikan camilan. Buah ini mengandung serat, vitamin C, serta berbagai senyawa antioksidan.
Apel dapat dikonsumsi secara langsung sebagai camilan maupun menjadi bagian dari menu sarapan. Sebaiknya pilih buah utuh agar kandungan seratnya tetap diperoleh.
2. Ceri
Ceri memiliki rasa manis dan segar serta mengandung sejumlah nutrisi, seperti vitamin C, kalium, dan antioksidan.
Buah ini memiliki indeks glikemik relatif rendah sehingga dapat menjadi salah satu pilihan camilan. Konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan porsi dan kebutuhan karbohidrat harian.
3. Stroberi
Stroberi memiliki kandungan air dan serat serta menyediakan vitamin C dan antioksidan. Indeks glikemiknya yang relatif rendah membuat buah ini dapat menjadi pilihan dalam pola makan yang memperhatikan kadar gula darah.
Stroberi dapat dimakan langsung atau dipadukan dengan yoghurt tanpa gula sebagai camilan. Buah ini juga dapat ditambahkan ke menu sarapan.
4. Pir
Pir dikenal sebagai buah yang kaya serat dan memiliki rasa manis alami. Kandungan seratnya dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Untuk mendapatkan lebih banyak serat, pir dapat dikonsumsi bersama kulitnya setelah dicuci hingga bersih. Buah ini juga praktis dijadikan camilan di sela waktu makan.
5. Jeruk
Jeruk merupakan sumber vitamin C, serat, dan sejumlah senyawa flavonoid. Buah ini dapat menjadi pilihan dalam pola makan yang memperhatikan kadar gula darah.
Agar mendapatkan serat lebih banyak, jeruk sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk buah utuh dibandingkan jus. Jus cenderung lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak dan, tergantung cara pengolahannya, dapat mengandung lebih sedikit serat.
6. Plum
Plum juga dapat menjadi salah satu pilihan buah. Buah ini mengandung serat, vitamin, serta antioksidan dan memiliki indeks glikemik relatif rendah hingga sedang.
Plum dapat disantap secara langsung sebagai camilan. Jika kulitnya ikut dikonsumsi setelah dicuci bersih, asupan serat dari buah tersebut juga tetap dapat diperoleh.
Perhatikan Porsi Konsumsi
Meski sejumlah buah memiliki indeks glikemik relatif rendah atau sedang, bukan berarti buah dapat dikonsumsi tanpa memperhatikan jumlahnya.
Kandungan karbohidrat dalam buah tetap dapat memengaruhi kadar gula darah. Selain itu, respons tubuh terhadap makanan dapat berbeda pada setiap orang.
Karena itu, pengidap diabetes sebaiknya memperhatikan jenis buah, ukuran porsi, serta respons gula darah setelah mengonsumsinya. Jika memiliki kondisi medis tertentu atau menggunakan obat diabetes, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan pola makan yang sesuai.
Jadi, pengidap diabetes tetap dapat menikmati buah. Kuncinya adalah memilih buah yang sesuai, mengutamakan buah utuh, serta mengatur porsinya dalam pola makan sehari-hari. (*)
Editor : Cipi Ckandina