batampos - Memasuki Bulan Bahasa dan Sastra yang diperingati setiap Oktober, Edubia menghadirkan beragam kelas privat bahasa daerah dan seni pertunjukan khas Jawa Timur.
Warga Surabaya dari berbagai kelompok usia dapat mempelajari bahasa Madura, bahasa Osing, bahasa Jawa, aksara Pegon, kaligrafi aksara Jawa, ludruk, tari Remo, hingga gamelan bersama tutor yang dapat datang langsung ke rumah.
Edubia merupakan layanan les privat Surabaya yang menyediakan pembelajaran tatap muka di rumah peserta maupun secara daring. Setiap kelas menggunakan sistem satu tutor untuk satu peserta dan terbuka bagi berbagai kelompok usia.
Edubia saat ini memiliki jaringan lebih dari 2.500 tutor yang telah mendampingi lebih dari 1.200 siswa. Layanan tersebut memiliki rating 4,9 dari 1.200 ulasan dan menjangkau 31 kecamatan di Kota Surabaya serta 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
Kelas bahasa daerah dan seni menjadi bagian dari 292 program yang tersedia di katalog Edubia. Selain program tersebut, Edubia juga menyediakan kelas calistung, mata pelajaran SD hingga SMA, persiapan UTBK, hingga seleksi CPNS.
Peserta kelas bahasa daerah pun memiliki latar belakang dan kebutuhan yang beragam. Pelajar dapat mengikuti kelas untuk memenuhi kebutuhan muatan lokal bahasa Jawa, sedangkan mahasiswa maupun pekerja bisa belajar bahasa Jawa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa krama.
Warga yang ingin berkomunikasi dengan kerabat di Banyuwangi menggunakan bahasa Osing atau berbicara dengan tetangga dan pedagang menggunakan bahasa Madura juga dapat mengikuti pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.
“Bahasa daerah di Surabaya hidup di ruang tamu, di pasar, dan di sambungan telepon dengan keluarga. Karena itu tiap kelas kami mulai dari orang yang ingin diajak bicara oleh peserta, lalu tutor menyusun latihannya dari sana,” kata Learning Manager Edubia Daniel Henry Yulianto.
Cara mengajar disesuaikan dengan karakter setiap bahasa. Dalam kelas bahasa Madura, misalnya, latihan menyimak dilakukan sebelum peserta berlatih mengucapkan kata. Sejumlah pasangan bunyi berembusan juga dilatih secara bertahap.
Bahasa Madura memiliki ragam yang berbeda antara Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Karena itu, asal daerah tutor disampaikan kepada peserta sebelum sesi pertama dijadwalkan. Dengan demikian, peserta dapat mengetahui ragam bahasa yang akan dipelajari.
Kelas bahasa Osing juga menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Tutor dapat menyusun daftar kata berdasarkan rekaman percakapan keluarga peserta, mulai dari kata ganti, sapaan, hingga panggilan untuk anggota keluarga yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Sementara itu, kelas ludruk menggunakan metode yang lebih interaktif. Tutor berperan sebagai lawan main peserta selama sesi berlangsung.
Peserta dapat menyusun kidungan berdasarkan peristiwa yang dialami selama sepekan, kemudian berlatih memilih sapaan seperti koen, sampeyan, atau panjenengan sesuai karakter yang sedang diperankan.
“Ludruk dan bahasa Madura membutuhkan lawan bicara yang menanggapi saat itu juga. Format privat memberi peserta seorang tutor yang seluruh perhatiannya tertuju pada bunyi, irama, dan pilihan kata peserta itu,” ujar Daniel.
Rentang usia peserta juga cukup beragam. Kelas aksara Pegon, misalnya, terbuka bagi peserta usia sekolah hingga lansia, termasuk mereka yang ingin belajar membaca kitab berharakat atau menulis catatan menggunakan aksara Pegon.
“Kami menerima peserta dari usia sekolah sampai dewasa. Isi kelas ditentukan oleh tujuan peserta itu sendiri, entah menuntaskan muatan lokal di sekolah, tampil di panggung kampung, atau bercakap lancar dengan keluarga besar,” tutur Daniel.
Harga Les Bahasa Daerah Edubia
Biaya kelas bahasa Jawa, bahasa Madura, dan bahasa Osing di Edubia mulai dari Rp102.900 per sesi dengan durasi 60 menit.
Sementara itu, kelas ludruk dibanderol mulai Rp303.800 per sesi selama 90 menit. Biaya tersebut sudah termasuk perjalanan tutor ke rumah peserta.
Sesi pembelajaran dapat dijadwalkan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Peserta yang merasa kurang cocok dengan tutor juga dapat meminta penggantian tutor tanpa biaya tambahan.
Pendaftaran dilakukan melalui situs resmi Edubia. Setelah pendaftaran, tim Edubia akan mencocokkan tutor berdasarkan kecamatan tempat tinggal, jadwal, serta tujuan belajar peserta, baik untuk pembelajaran di rumah maupun secara daring. (*)
Editor : Putut Ariyo