batampos - Buah dikenal sebagai salah satu sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang baik bagi tubuh. Namun, kandungan gula alami pada setiap buah tidak sama. Beberapa jenis buah memiliki kadar gula yang relatif tinggi sehingga konsumsinya perlu diperhatikan, terutama bagi pengidap diabetes.
Meski demikian, bukan berarti buah-buahan tersebut harus dihindari sepenuhnya. Pengidap diabetes tetap dapat mengonsumsi buah dengan memperhatikan jenis, jumlah, serta porsinya.
Dilansir dari Verywell Health dan WebMD, Senin (5/10), berikut 10 buah yang memiliki kandungan gula relatif tinggi.
1. Semangka
Semangka dikenal sebagai buah yang kaya air dengan rasa manis dan menyegarkan. Buah ini juga mengandung elektrolit yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Satu potong semangka mengandung sekitar 17 gram gula. Karena itu, porsinya perlu diperhatikan, terutama bagi pengidap diabetes agar asupan gula tetap terkontrol.
2. Nanas
Perpaduan rasa asam dan manis membuat nanas banyak digemari, baik dikonsumsi langsung maupun sebagai campuran makanan.
Dalam secangkir nanas terdapat sekitar 16 gram gula. Di sisi lain, buah ini juga mengandung sejumlah nutrisi, seperti vitamin B1, vitamin B6, vitamin C, tembaga, dan mangan.
3. Anggur
Meski berukuran kecil, anggur memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Satu cangkir anggur mengandung sekitar 23 gram gula.
Karena itu, jumlah anggur yang dikonsumsi perlu diperhatikan, terutama bagi pengidap diabetes. Buah ini juga mengandung antioksidan, salah satunya resveratrol, yang dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
4. Ceri
Ceri sering digunakan sebagai pelengkap kue, makanan penutup, maupun hidangan lainnya. Dalam satu cangkir ceri terdapat sekitar 18 gram gula.
Pengidap diabetes sebaiknya memperhatikan porsinya agar konsumsi gula dari buah tetap sesuai dengan kebutuhan dan pola makan secara keseluruhan.
5. Leci
Leci merupakan buah tropis dengan rasa manis dan aroma khas. Buah ini dapat dikonsumsi sebagai camilan maupun campuran minuman.
Selain mengandung vitamin C dan antioksidan, leci juga memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Dalam sekitar 150 gram leci segar terdapat sekitar 29 gram gula.
6. Mangga
Rasa manis dan legit pada mangga berasal dari kandungan gula alaminya. Meski demikian, mangga juga mengandung vitamin C, vitamin A, serat, dan antioksidan.
Pengidap diabetes tetap dapat mengonsumsi mangga, tetapi jumlah atau porsinya perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kadar gula darah.
7. Pisang
Pisang termasuk buah yang mengandung gula cukup tinggi. Satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 14 gram gula.
Mengutip Cleveland Clinic, kandungan gula pada pisang cenderung meningkat seiring proses pematangan, ketika warna kulit berubah dari hijau menjadi kuning.
8. Pir
Pir memiliki rasa manis dan menyegarkan serta dikenal sebagai salah satu buah yang kaya serat. Rasa manisnya berasal dari gula alami, termasuk fruktosa.
Satu buah pir mengandung sekitar 17 gram gula. Karena itu, porsinya tetap perlu diperhatikan, khususnya bagi pengidap diabetes.
9. Kurma
Kurma memiliki rasa manis alami dan mengandung sekitar 16 gram gula dalam satu buah. Meski gula di dalamnya merupakan gula alami, konsumsi berlebihan tetap dapat memengaruhi kadar gula darah.
Kurma juga mengandung serat, kalium, serta berbagai vitamin dan mineral. Bagi pengidap diabetes, jumlah kurma yang dikonsumsi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.
10. Buah Ara
Buah ara atau fig lebih sering dikonsumsi dalam bentuk kering. Dua buah ara berukuran sedang mengandung sekitar 16 gram gula.
Kandungan gula tersebut membuat porsi buah ara tetap perlu diperhatikan, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk kering yang cenderung lebih terkonsentrasi.
Tetap Bisa Dikonsumsi dengan Porsi yang Tepat
Mengetahui jenis buah yang memiliki kandungan gula relatif tinggi dapat membantu pengidap diabetes membuat pilihan makanan dengan lebih bijak.
Buah-buahan tersebut tidak serta-merta harus dihindari. Namun, jumlah dan porsinya perlu disesuaikan agar asupan karbohidrat dan gula tetap terkontrol.
Selain jenis buah, pengidap diabetes juga perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan serta memantau respons kadar gula darah terhadap makanan yang dikonsumsi.(*)
Editor : Cipi Ckandina