7 Tips Fashion Minimalis agar Tetap Stylish dan Hemat

Cipi Ckandina • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:20 WIB
Palet warna netral memudahkan pakaian dipadupadankan tanpa perlu lemari penuh. (Freepik)
Palet warna netral memudahkan pakaian dipadupadankan tanpa perlu lemari penuh. (Freepik)

batampos - Tampil dengan busana minimalis kini sedang menjadi tren. Namun, in this economy, tampil stylish dengan gaya minimalis tetap bisa dilakukan tanpa perlu merogoh kantong lebih dalam.

Minimalisme dalam fashion bukan sekadar soal warna netral dan potongan sederhana. Gaya ini juga menawarkan cara berpakaian yang lebih praktis. Dengan memiliki lebih sedikit pakaian yang benar-benar disukai dan dibutuhkan, urusan memilih outfit menjadi lebih ringan, cepat, dan menyenangkan.

Lalu, bagaimana cara memulainya? Berikut tujuh trik yang bisa dicoba.

Menurut Aglaia, gaya minimalis juga dapat membantu menyederhanakan hidup, menghemat uang, sekaligus mengurangi jejak karbon. Seperti dikutip dari Fabric of Change, ruang kosong di lemari bukan tanda kekurangan, melainkan ruang untuk bernapas.

1. Rapikan Lemari Lebih Dulu

Langkah pertama bukan berbelanja, melainkan memilah isi lemari. Kamu bisa menerapkan prinsip metode KonMari dengan mempertahankan pakaian yang benar-benar disukai atau memiliki fungsi jelas.

Saat memilah, kamu mungkin baru menyadari bahwa ada terlalu banyak celana jin dengan model hampir sama atau koleksi pakaian berbahan poliester yang jarang digunakan. Catat temuan tersebut sebagai pengingat sebelum kembali berbelanja.

Vogue menyarankan pakaian yang jarang atau tidak pernah dipakai untuk dipisahkan agar dapat didonasikan atau dijual. Pertahankan pakaian yang nyaman, pas di badan, dan sesuai dengan kepribadian.

Namun, jangan asal membuang pakaian. Fabric of Change menyarankan untuk mempertimbangkan opsi memberikan kepada orang lain, mengubah fungsinya di rumah, atau mendaur ulang sebelum pakaian berakhir di tempat sampah.

2. Kenali Gaya Personal dan Item Esensial

Sebelum menentukan pakaian yang akan dipertahankan, pahami terlebih dahulu siluet, warna, dan potongan yang paling membuatmu percaya diri.

Menurut Vogue, minimalisme bukan berarti membosankan. Justru, gaya ini menjadi cara untuk mengekspresikan karakter melalui pilihan pakaian yang dikurasi dengan cermat.

Setelah mengetahui gaya personal, susun fondasinya. Vogue menyebut trench coat berpotongan rapi, jin berkualitas, kemeja putih klasik, dan tailored blazer sebagai investasi fashion yang awet dan tetap terlihat rapi.

Brand fashion asal Spanyol, Shon Mott, juga menyarankan beberapa item dasar seperti kemeja berpotongan klasik, celana lurus, blazer terstruktur, dress dengan desain sederhana, dan rajut tipis.

Sementara itu, Aglaia, label perhiasan asal Prancis, memasukkan kaus putih, celana hitam, kemeja putih, blazer, sweter wol, dan jin dengan potongan bersih ke dalam daftar item esensial.

Dengan sekitar enam hingga tujuh item saja, kamu sudah bisa menyusun belasan kombinasi outfit. Inilah inti dari capsule wardrobe: mendapatkan hasil maksimal dari jumlah pakaian seminimal mungkin.

3. Bermain dengan Palet Warna Netral

Putih, hitam, abu-abu, krem, dan beige merupakan warna yang umum digunakan dalam gaya minimalis. Aglaia juga memasukkan navy dalam pilihan warna tersebut.

Keuntungannya cukup jelas. Warna-warna tersebut mudah dipadukan sehingga kamu tidak perlu berpikir terlalu lama saat memilih atasan dan bawahan. Pengulangan pakaian juga tidak terlalu terlihat.

Namun, gaya minimalis tidak harus selalu monokrom. Fabric of Change menegaskan bahwa tidak ada aturan mutlak mengenai jumlah pakaian maupun warna yang harus digunakan.

Jadi, kamu tetap boleh mengenakan warna cerah jika memang sesuai dengan gaya personal.

4. Pilih Kualitas, Bukan Kuantitas

Prinsip “lebih sedikit tetapi lebih baik” juga berlaku dalam memilih pakaian.

Satu blazer yang jatuh dengan pas di badan dan dapat digunakan selama bertahun-tahun tentu lebih bernilai dibandingkan lima blazer murah yang cepat rusak.

Perhatikan bahan, jahitan, dan potongannya. Aglaia merekomendasikan serat alami seperti katun organik, linen, wol, kasmir, dan sutra. Bahan-bahan tersebut umumnya nyaman dan dapat bertahan lama jika dirawat dengan baik.

Ukuran dan potongan juga tidak kalah penting. Pakaian yang terlalu longgar atau tidak sesuai bentuk tubuh justru dapat membuat tampilan terlihat kurang rapi.

5. Mainkan Tekstur dan Detail

Khawatir gaya minimalis terlihat datar? Permainan tekstur bisa menjadi jawabannya.

Padukan rajut tebal dengan celana berbahan ringan atau kemeja linen dengan blazer wol. Perbedaan tekstur dapat membuat outfit sederhana terlihat lebih menarik tanpa harus menambahkan banyak elemen.

Teknik layering juga bisa dicoba. Vogue, misalnya, menyarankan penggunaan vest atau kardigan di atas atasan sederhana untuk memberikan dimensi pada tampilan.

Pilih pakaian yang dapat digunakan untuk berbagai suasana, mulai dari santai hingga formal. Dengan begitu, satu item bisa memiliki lebih banyak fungsi.

Menurut Shon Mott, kesederhanaan tidak sama dengan monoton. Kuncinya terletak pada perhatian terhadap detail dan kualitas material.

Jika ingin tampilan tetap bersih, hindari motif yang terlalu mencolok atau logo berukuran besar.

6. Andalkan Aksesori sebagai Penyegar

Aksesori menjadi salah satu cara termudah untuk mengubah suasana tanpa harus membeli pakaian baru.

Jam tangan klasik, ikat pinggang kulit, tas berkualitas, hingga perhiasan tipis berwarna emas atau perak sudah cukup untuk menyempurnakan penampilan.

Fabric of Change mengingatkan bahwa gaya minimalis tidak berarti harus serba tertutup atau membosankan. Aksesori justru bisa membuat penampilan lebih personal.

Bahkan, kreativitas sederhana seperti menggunakan ikat rambut sebagai ikat pinggang atau syal sebagai atasan dapat memberikan variasi baru.

7. Belanja Pelan-pelan dan Lebih Bijak

Setelah lemari lebih rapi, tantangan berikutnya adalah menjaga agar isinya tidak kembali penuh.

Belilah pakaian ketika memang dibutuhkan, bukan hanya karena tergoda diskon atau mengikuti tren sesaat.

Pakaian berkualitas juga tidak selalu harus dibeli dalam kondisi baru. Aglaia menyebut blazer berbahan bagus bisa ditemukan di butik vintage atau toko thrift dengan harga lebih terjangkau.

Sebaliknya, hindari membeli pakaian fast fashion yang mudah rusak dan akhirnya hanya memenuhi lemari.

Vogue memiliki cara sederhana untuk menguji keputusan belanja: sebelum membeli, tanyakan apakah item tersebut bisa dipadukan dengan setidaknya tiga pakaian lain yang sudah dimiliki.

Hindari pembelian impulsif agar koleksi tetap ringkas dan efisien. Tambahkan dua pertanyaan lain: apakah pakaian tersebut akan digunakan berkali-kali dan apakah bahannya cukup berkualitas untuk bertahan lama?

Dengan begitu, tampil minimalis bukan hanya soal terlihat stylish, tetapi juga tentang membuat pilihan yang lebih bijak terhadap pakaian, uang, dan lingkungan. (*)

Editor : Cipi Ckandina
stylish 7 Tips Minimalis fashion