batampos - Pernahkah Anda menjumpai seseorang yang sudah bekerja meski usianya masih remaja dan belum lulus sekolah?
Bagi sebagian orang, remaja yang bekerja sambil sekolah mungkin terlihat sebagai sosok pekerja keras. Namun, pengalaman tersebut juga dapat memberikan keterampilan yang berguna ketika mereka memasuki usia dewasa.
Bekerja sejak remaja membuat seseorang berhadapan langsung dengan tanggung jawab, pengelolaan uang, komunikasi, hingga pengaturan waktu. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka mulai memasuki dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja.
Dilansir dari YourTango, Selasa (6/10), berikut lima keunggulan yang dapat dimiliki remaja yang bekerja saat masih sekolah.
1. Lebih Bijak Mengelola Uang
Remaja yang sudah mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya sendiri memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami nilai uang dan cara mengelolanya.
Bekerja dapat mengajarkan mereka membuat anggaran, menabung, serta menentukan prioritas antara kebutuhan dan keinginan.
Pengalaman mendapatkan uang dari hasil kerja sendiri juga membuat mereka memahami bahwa penghasilan perlu dikelola dengan baik. Mereka belajar menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial sekaligus menyisihkan uang untuk tujuan tertentu.
Kebiasaan tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka mulai hidup mandiri dan menghadapi berbagai kebutuhan pada masa awal dewasa.
2. Lebih Mengenal Minat dan Pilihan Karier
Pengalaman bekerja sebelum lulus sekolah juga dapat membantu remaja mengenali bidang yang mereka sukai maupun tidak.
Pakar pendidikan dan SAT dari PrepScholar, Christine Sarikas, mengatakan pekerjaan yang dijalani ketika masih sekolah dapat menjadi kesempatan untuk merasakan langsung suasana dunia kerja.
Pengalaman tersebut tidak harus berasal dari pekerjaan yang sesuai dengan cita-cita. Justru, pekerjaan yang tidak disukai dapat membantu seseorang mengetahui bidang yang ingin dihindari.
Misalnya, pengalaman bekerja di sektor ritel dapat membuat seorang remaja menyadari bahwa dirinya senang berinteraksi dengan banyak orang. Sebaliknya, pengalaman tersebut juga dapat menunjukkan bahwa pekerjaan yang minim interaksi langsung mungkin kurang sesuai dengan dirinya.
Dengan begitu, pengalaman kerja sejak sekolah dapat membantu remaja memiliki gambaran yang lebih realistis mengenai pilihan karier setelah lulus.
3. Memiliki Keterampilan yang Lebih Beragam
Bekerja sambil sekolah membuat remaja memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan di luar lingkungan akademik.
Mereka dapat belajar berkomunikasi dengan pelanggan, bekerja dalam tim, mengikuti aturan perusahaan, menyelesaikan tugas, hingga menghadapi persoalan di tempat kerja.
Keterampilan tersebut juga dapat menjadi nilai tambah ketika mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau mengajukan beasiswa.
National Association for College Admission Counseling (NACAC) memasukkan aktivitas di luar akademik sebagai salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan dalam proses penerimaan mahasiswa.
Meski demikian, pengalaman kerja bukan jaminan seseorang pasti diterima di perguruan tinggi tertentu. Pengalaman tersebut lebih tepat dipandang sebagai salah satu bentuk pengalaman yang dapat memperkaya profil seorang siswa.
4. Lebih Percaya Diri Berkomunikasi
Salah satu manfaat bekerja sejak remaja adalah kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi.
Di tempat kerja, remaja tidak hanya berinteraksi dengan teman sebaya. Mereka juga harus berkomunikasi dengan atasan, rekan kerja, pelanggan, maupun orang dewasa lainnya.
Pengalaman tersebut dapat membantu mengurangi rasa canggung ketika harus berbicara dengan orang yang memiliki usia atau posisi berbeda.
Sebuah makalah akademis yang diterbitkan pada 2010 juga membahas bagaimana pengalaman bekerja dapat membantu remaja mengembangkan kemampuan menghadapi orang dewasa dan lingkungan sosial yang lebih luas.
Seiring bertambahnya pengalaman, kemampuan tersebut dapat membantu membangun kepercayaan diri dan membuat komunikasi menjadi lebih efektif.
5. Memahami Tanggung Jawab dan Akuntabilitas
Bekerja sambil sekolah membuat remaja berhadapan langsung dengan konsekuensi dari tanggung jawab profesional.
Tanggung jawab kepada atasan dan tempat kerja memiliki karakter berbeda dibandingkan tanggung jawab di rumah atau sekolah.
Seorang pekerja harus menyelesaikan tugas sesuai target dan aturan yang berlaku. Jika tanggung jawab tersebut tidak dijalankan dengan baik, ada konsekuensi yang harus dihadapi, termasuk kemungkinan kehilangan pekerjaan.
Pada saat yang sama, remaja yang bekerja juga harus membagi waktu antara pekerjaan, sekolah, kegiatan sosial, olahraga, maupun aktivitas lainnya.
Mereka belajar mengatur jadwal dan menentukan prioritas agar berbagai tanggung jawab dapat berjalan beriringan.
Pengalaman tersebut dapat menjadi fondasi penting ketika mereka memasuki masa dewasa, ketika tuntutan pekerjaan, pendidikan, kehidupan sosial, dan kebutuhan pribadi semakin kompleks.
Pada akhirnya, bekerja sambil sekolah bukan sekadar soal mendapatkan penghasilan. Jika dijalani secara seimbang dan tidak mengorbankan pendidikan maupun kesehatan, pengalaman tersebut dapat menjadi ruang bagi remaja untuk belajar tentang uang, komunikasi, tanggung jawab, dan dunia kerja secara langsung. (*)
Editor : Putut Ariyo