batampos – Grup heavy metal asal Amerika Serikat, Avenged Sevenfold (A7X), mengguncang Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (10/10) malam. Dalam konser Avenged Sevenfold Live in Indonesia, band yang dikenal dengan julukan A7X itu membawakan deretan lagu hits yang membawa penggemar bernostalgia, termasuk Dear God dan So Far Away.
Penampilan enerjik Matt Shadows dan kawan-kawan disambut antusias ribuan penggemar yang dikenal sebagai Deathbat Indonesia. Sejak lagu pembuka, suasana konser dipenuhi teriakan dan nyanyian penonton yang mengikuti setiap lagu.
“Jakarta, lagu ini untuk kalian. Kami ingin kalian berdiri dan berteriak sekeras-kerasnya,” kata vokalis Matt Shadows, yang disambut gemuruh penonton.
Nightmare Buka Konser Avenged Sevenfold di Jakarta
Avenged Sevenfold membuka penampilan dengan lagu Nightmare. Band yang diperkuat Matt Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Brooks Wackerman itu kemudian melanjutkan konser dengan sejumlah lagu andalan, di antaranya Afterlife, Shepherd of Fire, dan Buried Alive.
Suasana emosional terasa ketika A7X membawakan So Far Away, lagu dari album Nightmare yang menjadi penghormatan bagi mantan drummer mereka, James “The Rev” Owen Sullivan, yang meninggal dunia pada 2009.
Sebelum lagu dimainkan, Matt Shadows menyampaikan bahwa lagu tersebut dipersembahkan untuk sahabat mereka.
“Baiklah, sekarang, mari kita bawakan sebuah lagu, saya rasa lagu ini akan cocok untuk semua orang. Lagu ini kami persembahkan untuk sahabat kami tercinta, Jimmy ‘The Rev’ Sullivan. Lagu ini berjudul ‘So Far Away’,” tutur Matt Shadows.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian emosional dalam konser, mengingat The Rev merupakan sosok penting dalam perjalanan musik Avenged Sevenfold.
Dear God Bawa Kenangan Era Warnet
Selain lagu-lagu yang mewakili perjalanan musik mereka, Avenged Sevenfold juga membawakan M.I.A., Gunslinger, Hail to the King, Bat Country, dan Unholy Confessions.
Nostalgia semakin terasa saat A Little Piece of Heaven dan Dear God masuk dalam daftar lagu yang dibawakan malam itu.
Bagi sebagian Deathbat Indonesia, Dear God memiliki kenangan tersendiri. Lagu yang dirilis dalam album Avenged Sevenfold pada 2007 itu lekat dengan masa ketika musik digital dan akses internet mulai menjadi bagian dari keseharian anak muda, termasuk kebiasaan mendengarkan lagu melalui komputer di bilik-bilik warung internet (warnet).
Lagu tersebut pun menjadi penghubung antara musik A7X dan kenangan masa lalu para penggemarnya.
Avenged Sevenfold menutup konser dengan Cosmic. Efek kembang api yang beberapa kali diluncurkan dari panggung turut menambah kemeriahan pertunjukan.
“Jakarta, terima kasih banyak atas malam ini,” ujar Shadows.
Jejak Konser Avenged Sevenfold di Indonesia
Konser di JIS menambah panjang perjalanan Avenged Sevenfold di Indonesia. Band ini pertama kali tampil di Tanah Air pada 2007, kemudian kembali pada 2008 dan 2015.
Sebelum konser di JIS, Avenged Sevenfold terakhir kali tampil di Indonesia pada 2024 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kembalinya A7X menjadi kesempatan bagi para penggemar untuk menyaksikan langsung penampilan band tersebut sekaligus bernostalgia melalui lagu-lagu yang telah menemani perjalanan mereka selama bertahun-tahun. (*)
Editor : Putut Ariyo