batampos - Girl group pendatang baru A2O Lite mencetak prestasi lewat singel debut mereka, Neon. Grup beranggotakan sembilan orang yang diproduseri mantan pendiri SM Entertainment, Lee Soo Man, itu sempat menduduki peringkat pertama tangga lagu Top 100 Melon, platform streaming musik terbesar di Korea Selatan.
Menurut data industri musik yang dirilis Kamis (15/10), Neon mencapai posisi puncak pada pukul 23.00 waktu setempat, Rabu, sekitar 29 jam setelah dirilis pada pukul 18.00 sehari sebelumnya. Namun, posisi tersebut tidak bertahan lama. Pada Kamis pagi, lagu itu turun ke peringkat keenam.
Pencapaian tersebut tetap menarik perhatian karena tidak banyak grup pendatang baru yang mampu memuncaki tangga lagu dalam waktu kurang dari dua hari setelah debut.
Pada Kamis pukul 10.00 waktu setempat, posisi pertama kembali ditempati lagu Soyeon berjudul I'm Gonna Toesa (feat. Kian84).
Girl Group Bentukan Lee Soo Man Kembali Ramaikan Industri K-pop
A2O Lite merupakan girl group beranggotakan sembilan orang yang diluncurkan oleh A2O Entertainment, perusahaan yang didirikan Lee Soo Man setelah meninggalkan SM Entertainment.
Dalam acara pameran media di Goyang, Senin (12/10), Lee Soo Man memperkenalkan A2O Lite bersama A2O Soul, boy group yang terdiri dari 15 anggota.
Peluncuran kedua grup tersebut menandai kiprah Lee Soo Man kembali di pasar K-pop domestik setelah masa larangan berkompetisi selama tiga tahun berakhir pada awal 2026.
Pembatasan itu disepakati Lee Soo Man ketika menjual kepemilikan sahamnya di SM Entertainment kepada Hybe pada Februari 2023.
Sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam perkembangan K-pop modern, langkah Lee Soo Man membangun grup baru melalui A2O Entertainment menjadi perhatian pelaku industri musik Korea Selatan.
Single Neon Hadir di Tengah Tren Musik K-pop Berdurasi Pendek
Pencapaian A2O Lite juga menarik perhatian karena Neon disebut menyimpang dari formula yang banyak digunakan dalam industri K-pop belakangan ini.
Sejumlah lagu K-pop terbaru dirancang dengan durasi kurang dari tiga menit. Format tersebut kerap dikaitkan dengan kebutuhan konten video pendek, termasuk tantangan menari yang berpotensi menyebar luas di media sosial.
Strategi promosi itu biasanya didukung konsep visual yang kuat serta gaya busana yang menonjolkan karakter masing-masing anggota grup.
Di tengah tren tersebut, keberhasilan Neon mencapai puncak tangga lagu dalam waktu relatif singkat menjadi modal awal bagi A2O Lite untuk menarik perhatian pendengar.
Meski demikian, posisi puncak dalam waktu singkat belum cukup untuk memastikan keberhasilan jangka panjang. Perkembangan peringkat lagu dan respons pendengar dalam beberapa pekan berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat daya tahan debut A2O Lite di pasar musik Korea Selatan. (*)
Editor : Putut Ariyo