6 Bahaya Mengunyah Es Batu, dari Gigi Sensitif hingga Rahang Nyeri

Cipi Ckandina • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:50 WIB
Ilustrasi batu es (Magnific)
Ilustrasi batu es (Magnific)

batampos – Mengunyah es batu menjadi kebiasaan yang disukai sebagian orang karena memberikan sensasi menyegarkan, terutama saat cuaca panas. Namun, kebiasaan yang terlihat sepele ini dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, khususnya pada gigi dan rahang, jika dilakukan berulang kali.

Mengutip Mayo Clinic, Kamis (15/10), kebiasaan mengunyah es batu secara terus-menerus dikenal sebagai pagophagia. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk pica, yaitu dorongan untuk mengonsumsi benda yang bukan makanan dan tidak memiliki nilai gizi, seperti kertas, kapur, atau tanah liat.

Kebiasaan mengunyah es batu secara berlebihan juga dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi, baik yang disertai anemia maupun tidak. Pada sebagian orang, kebiasaan ini dapat berhubungan dengan kondisi psikologis tertentu. Karena itu, keinginan mengunyah es batu yang terus-menerus dan sulit dikendalikan sebaiknya tidak diabaikan.

Mengutip Cleveland Clinic, berikut enam dampak yang perlu diwaspadai jika sering mengunyah es batu.

1. Merusak Lapisan Enamel Gigi

Enamel merupakan lapisan terluar gigi yang berfungsi melindungi bagian dalam gigi dari kerusakan. Meski menjadi jaringan paling keras dalam tubuh manusia, enamel tetap berisiko mengalami keretakan akibat tekanan berulang saat menggigit benda keras.

Kebiasaan mengunyah es batu dapat merusak enamel. Kerusakan ini perlu diwaspadai karena enamel yang hilang tidak dapat tumbuh kembali secara alami. Jika lapisan pelindung tersebut rusak, gigi menjadi lebih rentan mengalami masalah.

2. Menyebabkan Gigi Sensitif

Kerusakan enamel dapat membuat gigi lebih sensitif karena lapisan pelindungnya tidak lagi berfungsi secara optimal. Akibatnya, gigi dapat terasa ngilu atau nyeri saat terkena makanan dan minuman panas maupun dingin.

Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman ketika makan atau minum. Menghindari kebiasaan menggigit es batu dapat membantu mengurangi risiko kerusakan gigi lebih lanjut.

3. Meningkatkan Risiko Gigi Retak atau Patah

Es batu memiliki tekstur keras yang dapat memberikan tekanan besar pada gigi ketika digigit. Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gigi retak, terkelupas, bahkan patah.

Risiko tersebut juga dapat meningkat pada gigi yang sudah memiliki retakan atau pernah menjalani perawatan, seperti pemasangan tambalan dan mahkota gigi. Karena itu, sebaiknya hindari menggunakan gigi untuk menggigit benda keras, termasuk es batu.

4. Merusak Tambalan dan Restorasi Gigi

Orang yang memiliki restorasi gigi, seperti tambalan, veneer, atau mahkota gigi, juga perlu menghindari kebiasaan mengunyah es batu. Tekanan berlebihan saat menggigit es dapat menyebabkan restorasi retak, rusak, atau terlepas.

Jika hal tersebut terjadi, pasien mungkin memerlukan pemeriksaan dan perbaikan kembali oleh dokter gigi. Menghindari makanan atau benda yang terlalu keras dapat membantu menjaga kondisi restorasi gigi.

5. Menimbulkan Nyeri pada Otot Rahang

Menghancurkan es batu dengan gigi membutuhkan tekanan dari otot rahang. Jika dilakukan terus-menerus, aktivitas tersebut dapat membuat otot rahang bekerja lebih keras dan memicu rasa nyeri atau tidak nyaman.

Untuk mengurangi risiko tersebut, hindari mengunyah benda keras secara berulang. Sebaiknya, biarkan es batu mencair atau pilih minuman dingin tanpa harus menggigit es secara langsung.

6. Merusak Kawat Gigi

Bagi pengguna kawat gigi, mengunyah es batu merupakan kebiasaan yang perlu dihindari. Tekanan saat menggigit es yang keras dapat menyebabkan braket terlepas, patah, atau mengganggu posisi kawat.

Kerusakan pada perangkat ortodontik dapat membuat pengguna perlu menjalani pemeriksaan dan perbaikan tambahan. Oleh sebab itu, pengguna kawat gigi disarankan menghindari es batu dan benda keras lainnya.

Berbagai risiko tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan mengunyah es batu tidak boleh dianggap sepele, terutama jika dilakukan berulang kali. Untuk menjaga kesehatan gigi, hindari menggigit es batu secara langsung.

Jika keinginan mengunyah es batu terus muncul dan sulit dikendalikan, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya, termasuk kemungkinan kekurangan zat besi. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menentukan langkah penanganan yang tepat.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Sensitif gigi bahaya es batu