batampos- Seorang pria ditemukan tewas di hutan wilayah Desa Musai, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga. Penemuan jasad pria ini menggegerkan warga setempat setelah sebelumnya korban dikabarkan tidak pulang selama dua hari. Korban ditemukan pada Kamis (22/5) dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kapolsek Daik Lingga, AKP Mayson Syafri, saat dikonfirmasi batampos membenarkan terkait penemuan mayat yang berada di kawasan hutan Desa Musa
"Ya benar bang, untuk keterangan selanjutnya langsung ke Kanit Reskrim Polsek Daik Lingga ya," ujar AKP Mayson Syari singkat, Kamis (22/5).
Sampai saat ini Kanit Reskrim Polsek Daik Lingga belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab kematian korban karna masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi.
Korban diketahui bernama Suparman, lahir di Jawa Timur pada 2 April 1973. Ia berprofesi sebagai petani perkebunan dan berdomisili di Jalan Garuda, RT 001, RW 007, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep.
Berdasarkan keterangan dari saksi yang berinisial S, warga asal Gunung Kidul, yang melihat korban masuk ke dalam hutan untuk mengambil alat chainsaw alias gergaji pemotong. Namun hingga sore hari sekitar pukul 17.15 WIB, korban tidak kunjung kembali. Korban terakhir kali terlihat pada Rabu, 21 Mei 2025, sekitar pukul 14.30 WIB.
Keesokan harinya, Kamis, 22 Mei 2025, pukul 14.30 WIB, dilakukan pencarian oleh warga bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan aparat Desa Musai.
Pencarian berakhir tragis setelah pada pukul 15.10 WIB, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, saat ini jasad korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut dan penyelidikan penyebab kematian.
Jenazah saat ini sudah dipulangkan ke rumah duka di RT 001 RW 007 Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep dari Daik Lingga menggunakan Speed Pemkab Lingga pada pukul 18.30 WIB dan sampai di rumah duka pada pukul 19.40 WIB. Jenazah rencananya akan dikebumikan esok harinya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan keterangan dari para saksi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. (*)
Editor : Tunggul Manurung