Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Anggaran Berkurang, Penerbangan Perintis di Bandara Dabo Tetap Layani 11 Rute 

Vatawari BP • Sabtu, 13 September 2025 | 15:00 WIB
Indra Rohman.
Indra Rohman.

batampos– Penerbangan perintis di Bandara Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, dipastikan tetap beroperasi melayani masyarakat meski menghadapi penyesuaian anggaran pada tahun 2026.

Meski subsidi anggaran menurun, Kabandara Dabo Indra Rohman pastikan 11 rute penerbangan perintis yang selama ini dilayani Susiair tetap beroperasi dengan penyesuaian frekuensi dan harga tiket.

Kepala Bandar Udara (Kabandara) Kelas III Dabo Singkep, Indra Rohman menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas layanan transportasi udara bagi masyarakat kepulauan.

Menurut Indra, alokasi subsidi angkutan udara perintis tahun 2026 mengalami pengurangan dari sekitar Rp34 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp32 miliar. Meski demikian, seluruh 11 rute penerbangan perintis tetap dipertahankan dengan beberapa penyesuaian frekuensi.

“Efisiensi anggaran tentu sangat berpengaruh, namun Insya Allah tidak akan mengurangi pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat, (12/9).

Indra menjelaskan, penyesuaian jadwal penerbangan akan dilakukan pada beberapa jalur. Beberapa rute yang sebelumnya beroperasi tiga kali seminggu akan dikurangi menjadi dua kali seminggu. Sebaliknya, rute yang semula hanya tersedia satu kali seminggu akan ditingkatkan menjadi dua kali seminggu.

“Jadi rata-rata, hampir semua rute tahun depan kita terbangkan dua kali dalam seminggu,” jelas Indra.

Selain frekuensi, harga tiket penerbangan perintis juga dipastikan mengalami kenaikan sebesar 3–5 persen pada tahun 2026. Kebijakan ini, menurut Indra, merupakan keputusan Kementerian Perhubungan dengan tujuan mendorong operator lain membuka rute ke Dabo Singkep.

“Kenaikan ini saya yakin tidak akan terlalu memberatkan masyarakat, justru diharapkan bisa menarik minat operator lain,” tambahnya.

Selain Wings Air yang saat ini telah melayani penerbangan reguler di Dabo, Indra juga menyampaikan kabar positif terkait maskapai baru, Fly Jaya, yang berencana menambah armada pesawat ATR 72. Kehadiran operator baru ini diharapkan mampu memperluas jaringan penerbangan ke wilayah Lingga.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan Fly Jaya, dan mereka tengah mempertimbangkan pembelian pesawat ATR 72. Ini tentu kabar baik untuk masyarakat Lingga,” ungkap Indra.

Pelayanan Tetap Prioritas Utama

Meski terdapat pengurangan anggaran dan penyesuaian frekuensi, Kabandara Dabo menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pelayanan masyarakat Lingga. Pemerintah berupaya menjaga keberlanjutan layanan transportasi udara tanpa mengorbankan kebutuhan masyarakat kepulauan.

Dengan demikian, masyarakat Lingga dipastikan tetap mendapatkan akses penerbangan perintis secara maksimal pada tahun 2026 mendatang. (*)

 

 

Editor : Tunggul Manurung
#penerbangan perintis