Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Stok Sembako Menipis, Dishub Lingga Minta ASDP Tambah Rute Pelayaran Tungka-Dabo

Vatawari BP • Senin, 29 Desember 2025 | 19:53 WIB

Kepala Bandara Dabo Singkep, Indra Rokhman.
Kepala Bandara Dabo Singkep, Indra Rokhman.
Kepala Dinas Perhubungan Lingga, Hendry Efrizal.

Batampos - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga meminta kepada pihak ASDP sebagai penyedia pelayaran Roro di Kabupaten Lingga untuk menambah rute pelayaran Tungkal-Dabo. Permintaan ini dikarenakan lonjakan harga bahan pokok dan menipisnya stok bahan pokok di Kabupaten Lingga.

Diketahui, pasokan stok bahan pokok di Lingga berasal dari Kota Batam dan Jambi. Namun, sejak Desember 2025 pasokan bahan pokok dari Batam terhenti karena terkendala dengan sistem pajak yang berlaku. Jika dipaksakan masuk harga kebutuhan pokok akan melambung tinggi secara drastis.

Guna memenuhi stok kebutuhan pokok masyarakat, para pedagang saat ini mengandalkan pasokan bahan pokok yang datang dari provinsi Jambi.

Namun, karena kapal Roro yang masuk ke Dabo Singkep dari Tungkal Provinsi Jambi hanya satu kali dalam sepekan, maka ketersediaan stok bahan pokok selalu menipis.

Baca Juga: Jumlah Penumpang Penerbangan Perintis Naik 17,9 Persen di Bandara Dabo Sepanjang 2025

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dishub Lingga meminta kepada pihak ASDP untuk menambah rute pelayaran Tungkal-Dabo agar pasokan stok bahan pokok dapat stabil kembali.

"Kami tetap akan menyurati pihak ASDP, walaupun secara koordinasi kita sudah lakukan dengan pihak ASDP untuk khusus Tungkal, kalau Tungkal–Dabo itu kami minta minimal dalam seminggu itu dua kali, kalaupun lebih Alhamdulillah,” ujar Hendry Efrizal, Kepala Dishub Lingga, Senin (29/12/2025).

Dia  menjelaskan, kapal KMP Senangin yang melayani rute tersebut bersifat komersial dan tidak mendapat subsidi, baik dari daerah maupun pemerintah pusat. Meski demikian, Dishub Lingga berharap ada toleransi kebijakan demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Anambas Berpotensi Diguyur Hujan dan Gelombang Tinggi

"Karena kita tahu bahwa memang khususnya KMP Senangin ini kan dia memang komersil, artinya dari daerah tidak subsidi dia apalagi dari negara kan gitu, cuma kami minta sesuai dengan aspirasi masyarakat minta di Tungkal itu keberangkatan dia minimal seminggu dua kali, itu sudah memenuhilah kebutuhan sembako kita khususnya di Kabupaten Lingga," jelas Hendry.

Hendry menilai, membuka dan memperkuat konektivitas dari Kuala Tungkal merupakan solusi paling realistis saat ini untuk menekan lonjakan harga sembako di Lingga. Pasalnya, sebagian besar pasokan kebutuhan pokok masyarakat Lingga masih bergantung dari wilayah Jambi, khususnya Tungkal.

"Satu-satu alternatif dan solusi yang terbaik kita, kami minta membuka konektivitas itu khususnya sembako itu dari Kuala Tungkal, itu minimal seminggu dua kali, mohon kepada BPTD dengan ASDP untuk mentolerir atau membuat kebijakan lah untuk masyarakat Lingga khususnya," tutupnya. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#lingga #Rute Pelayaran Dabo #sembako