Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

1.739 Warga Lingga Pilih Pindah ke Luar Daerah, Alasannya Beragam

Vatawari BP • Kamis, 8 Januari 2026 | 19:07 WIB
Ilustrasi saat sejumlah warga Kabupaten Lingga antre di Pelabuhan Jagoh untuk naik ke atas kapal. F. Vatawari/Batam Pos
Ilustrasi saat sejumlah warga Kabupaten Lingga antre di Pelabuhan Jagoh untuk naik ke atas kapal. F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lingga mencatat sebanyak 1.739 orang warga Kabupaten Lingga tercatat pindah domisili ke luar daerah sepanjang tahun 2025. Data tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 1.842 orang pada 2024.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lingga, Recky Sarman Timur, mengatakan terdapat berbagai alasan yang melatarbelakangi warga memilih pindah ke luar daerah.

“Alasannya beragam, mulai dari pekerjaan, pendidikan, faktor keluarga, hingga kesehatan,” ujar Recky.

Dari total 1.739 warga yang pindah, sebanyak 871 orang laki-laki dan 868 orang perempuan. Recky menambahkan, selain arus keluar, terdapat pula warga dari luar daerah yang memilih pindah dan menetap di Kabupaten Lingga.

“Jumlah penduduk dari luar daerah yang pindah domisili ke Lingga selama 2025 sebanyak 890 orang, terdiri dari 481 laki-laki dan 409 perempuan,” jelasnya.

Meski demikian, tingginya angka perpindahan keluar daerah dinilai mencerminkan masih terbatasnya lapangan pekerjaan, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Lingga.

Salah seorang warga Lingga, Mohamad, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai Lingga memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun belum dikelola secara optimal.

“Padahal Lingga punya banyak potensi, seperti timah, bauksit, pariwisata, dan hasil laut. Kalau dikelola dengan baik, pasti bisa membuka banyak lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Namun, Mohamad juga memahami keputusan warga yang memilih pindah ke luar daerah. Menurutnya, bertahan di Lingga tanpa peluang kerja yang memadai justru berisiko secara ekonomi.

“Di tengah kondisi ekonomi yang lesu dan minimnya lapangan pekerjaan, keputusan pindah keluar daerah bisa menjadi pilihan yang tepat,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat bekerja lebih maksimal dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki Kabupaten Lingga.

“Pemerintah harus serius mengelola potensi tambang dan pariwisata. Jangan hanya bergantung pada dana transfer pusat, tetapi bagaimana meningkatkan PAD dengan menggandeng investor demi kemajuan Lingga,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
#lingga