Batampos - Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah warga di Dusun Linau Air Batu, Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Kamis (22/1/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Insiden kebakaran tersebut terjadi saat pemilik rumah dan warga sekitar masih terlelap tidur. Kobaran api yang tiba-tiba membesar membuat suasana panik dan mengundang perhatian warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah yang terbakar diketahui milik Suadi alias Linwat, Kepala Dusun 3 Linau Air Batu. Rumah tersebut juga digunakan sebagai tempat usaha pembuatan kue dan kerupuk.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lingga, Oktanius Wirsal, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“Iya benar, tidak ada korban jiwa. Namun rumah yang digunakan istri Suadi untuk membuat kue dan kerupuk hangus terbakar,” ujar Oktanius.
Baca Juga: Bupati Bintan Siap Perkuat Kolaborasi Daerah, Mendagri Tito Soroti BUMD yang Masih Bergantung APBD
Ia menjelaskan, kronologis kejadian bermula sekitar pukul 04.00 WIB ketika Irma Suryani, istri Suadi, terbangun karena mendengar suara keramaian di luar rumah.
“Saat keluar rumah untuk mengecek, Irma melihat kobaran api sudah melahap bangunan tempat usaha pembuatan kue dan kerupuk,” jelasnya.
Dalam kondisi panik, Irma langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Karena tidak ada petugas pemadam kebakaran di lokasi, warga setempat berinisiatif melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya.
“Warga sekitar bekerja sama memadamkan api karena tidak ada petugas Damkar,” tambah Oktanius.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, bangunan tersebut tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar.
“Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta,” tutupnya.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan. Polsek Senayang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui sumber api dan penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak