Batampos - Puskesmas Dabo Lama mulai menerapkan pemeriksaan atau skrining HIV/AIDS bagi calon pengantin pada tahun 2026. Kebijakan ini menargetkan pencegahan penularan HIV sejak sebelum kehamilan terjadi.
Kepala Puskesmas Dabo Lama Hesti Ningrum mengatakan, bahwa pihaknya menilai langkah ini krusial untuk melindungi pasangan yang akan menjadi suami istri serta ibu dan bayi dari risiko penularan HIV. Deteksi dini membuka peluang pengobatan lebih cepat dan terarah.
"Deteksi dini membuka peluang pencegahan dan pengobatan lebih cepat dan terarah," ujar Hesti Ningrum, Selasa (27/1/2026).
Jika HIV terdeteksi sejak awal, pasien langsung menjalani terapi antiretroviral secara rutin. Obat ini bekerja untuk menekan perkembangan virus di dalam tubuh.
Baca Juga: Kemenag Bintan Serahkan Sertifikasi Halal Kepada 19 Pelaku UMKM
"Terapi antiretroviral juga mencegah penularan HIV dari ibu hamil kepada bayinya. Dengan pengobatan teratur, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan," ujarnya.
Saat ini, Puskesmas Dabo Lama mencatat 24 pasien HIV masih aktif menjalani pengobatan. Data tersebut menunjukkan layanan pengendalian HIV terus berjalan.
"Namun secara keseluruhan, Puskesmas Dabo Lama telah menangani 43 kasus HIV. Dari jumlah tersebut, sebagian pasien dilaporkan telah meninggal dunia," tuturnya.
Puskesmas Dabo Lama membuka layanan skrining HIV secara sadar dan sukarela bagi masyarakat Kabupaten Lingga. Warga dapat memeriksakan diri tanpa paksaan dan stigma.
Seluruh layanan HIV dilakukan di poli atau klinik khusus dengan jaminan kerahasiaan pasien. Puskesmas menegaskan komitmennya memberikan pelayanan medis yang aman dan profesional. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak