batampos – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau menyoroti serius penemuan puluhan karung yang diduga berisi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di perairan Lingga. Karung-karung tersebut ditemukan terdampar di Pantai Dungun, Desa Belungkur, Kabupaten Lingga, Jumat (6/2/2026).
Puluhan karung itu pertama kali ditemukan warga di sepanjang bibir pantai. Saat ditemukan, sebagian karung mengeluarkan cairan berwarna hitam menyerupai minyak, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat pesisir.
Menindaklanjuti laporan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga langsung turun ke lokasi untuk mengamankan temuan tersebut dan melakukan pemeriksaan awal.
Kepala DLH Kabupaten Lingga, Djoko Wiyono, menyebutkan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan isi karung berupa campuran zat cair.
“Setelah diperiksa, isi karung berupa campuran kumuk dan oli dalam bentuk cairan, sehingga mengeluarkan cairan hitam seperti minyak,” ujar Djoko, Minggu (8/2).
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Bintan–Lingga, Hanafi Ekra, mengapresiasi langkah cepat DLH Lingga dalam merespons laporan masyarakat. Namun, ia menilai persoalan ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah daerah.
“Ini bukan lagi sekadar tugas dan tanggung jawab pemerintah kabupaten atau provinsi. Persoalan ini sudah masuk ranah pemerintah pusat,” ujar Hanafi.
Menurutnya, kasus dugaan pembuangan limbah B3 di perairan Kepri bukan kejadian tunggal. Sebelumnya, temuan serupa juga terjadi di Kabupaten Bintan.
“Apalagi di Kepri ini sudah terjadi di dua kabupaten, yakni Bintan dan Lingga. Negara harus hadir untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.
Hanafi mengingatkan agar wilayah Kepulauan Riau tidak menjadi lokasi pembuangan limbah berbahaya. Ia menekankan, sebagian besar masyarakat Bintan dan Lingga menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
“Kita harus mencari siapa dalang di balik banyaknya karung yang diduga berisi limbah di perairan Bintan dan Lingga. Jangan sampai keberadaan limbah ini merugikan nelayan dan masyarakat pesisir,” katanya.
Ia berharap pemerintah pusat segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap temuan ratusan karung yang diduga berisi limbah B3 di perairan Kepulauan Riau.
“Jangan sampai lingkungan kita rusak dan tercemar akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab membuang limbah berbahaya di perairan kita,” pungkas Hanafi. (*)
Editor : M Tahang