Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sisihkan Dana Desa, Marok Kecil Lingga Beri Beasiswa Kuliah bagi Anak Tempatan

Vatawari BP • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:30 WIB
Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi. F. Vatawari/Batam Pos
Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi. F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Pemerintah Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, mengalokasikan 3 persen Dana Desa untuk mendukung biaya pendidikan dan kesehatan warganya. Kebijakan tersebut salah satunya diwujudkan melalui program beasiswa kuliah bagi anak-anak tempatan.

Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi, mengatakan program tersebut telah dijalankan sejak 2024, seiring kebijakan yang mengatur sebagian Dana Desa dialokasikan untuk sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Setiap Dana Desa turun, kami sisihkan 3 persen untuk bantuan pendidikan dan kesehatan warga,” ujar Rusdi saat ditemui di kantornya, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk membantu biaya pendidikan, khususnya bagi mahasiswa asal Desa Marok Kecil yang menempuh pendidikan di luar daerah. Pada 2024 dan 2025, pemerintah desa memberikan beasiswa kepada total 17 mahasiswa, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp2 juta.

“Tahun 2024 ada 9 orang dan tahun 2025 ada 8 orang. Semuanya anak desa kami yang kuliah di luar daerah,” jelasnya.

Pemberian beasiswa dilakukan secara bergiliran setiap tahun agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata. Mahasiswa yang telah menerima bantuan pada tahun sebelumnya tidak kembali menerima pada tahun berikutnya.

“Supaya adil, yang sudah menerima di tahun sebelumnya tidak dapat lagi sampai semua kebagian,” katanya.

Selain beasiswa kuliah, Pemdes Marok Kecil juga menyalurkan bantuan pendidikan bagi pelajar tingkat TK, SD, hingga SMP berupa perlengkapan sekolah seperti buku tulis, sepatu, dan seragam.

“Kita bantu seluruh pelajar di desa, mulai dari TK sampai SMP,” ungkap Rusdi.

Namun, pada 2026 jumlah penerima beasiswa harus dikurangi karena Dana Desa yang diterima mengalami pemangkasan dan hanya tersisa sekitar Rp300 juta.

“Tahun ini hanya empat orang yang menerima beasiswa. Jumlah penerimanya berkurang, tapi nilai bantuannya tetap sama,” jelasnya.

Rusdi berharap program tersebut dapat mendorong semangat generasi muda desa untuk terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan kelak berkontribusi membangun desa.

“Meskipun bantuannya tidak besar, setidaknya bisa meringankan beban orang tua dan memotivasi anak-anak kita untuk terus belajar,” ujarnya.

Salah seorang mahasiswi asal Desa Marok Kecil yang kini menempuh pendidikan di Pekanbaru mengaku sangat terbantu dengan adanya beasiswa tersebut. Bantuan itu membantunya melunasi biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sempat tertunggak.

“Waktu itu orang tua sedang tidak punya uang, sementara UKT harus dibayar. Alhamdulillah ada bantuan dari desa, jadi saya bisa lanjut kuliah,” tuturnya.

Ia menambahkan, meski jumlahnya terbatas, beasiswa tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan perkuliahan. “Bukan hanya saya, teman-teman lain juga terbantu. Setidaknya bisa untuk kebutuhan kuliah,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
#Desa Marok Kecil #beasiswa #dana desa