Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Prata, Sarapan Legendaris yang Menghidupkan Pagi di Dabo Singkep

Vatawari BP • Senin, 16 Februari 2026 | 12:30 WIB
Perpaduan Roti Prata isi Telur dan kuah kari menjadi santapan nikmat di pagi hari bagi asyarakat Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. F. Mohammad untuk Batam Pos
Perpaduan Roti Prata isi Telur dan kuah kari menjadi santapan nikmat di pagi hari bagi asyarakat Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. F. Mohammad untuk Batam Pos

batampos – Prata telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pagi masyarakat di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Roti pipih dengan kuah kari ayam ini bahkan menjelma menjadi tradisi sarapan sebelum warga memulai aktivitas harian.

Sejak pagi buta, warung-warung kecil mulai ramai. Suara wajan dan aroma kari ayam menjadi penanda dimulainya hari di kota pesisir tersebut. Bagi warga yang terbiasa dengan ritme kampung nelayan seperti di wilayah Kepri—yang sering Anda liput—suasana sarapan sederhana ini terasa akrab dan penuh kebersamaan.

Prata disajikan dengan berbagai isian, seperti telur, ayam, daging, hingga sarden. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, berpadu dengan kuah kari ayam berwarna kuning keemasan yang kaya rempah.

Salah seorang warga, Mohammad, mengaku hampir setiap hari menyempatkan diri menikmati prata sebelum beraktivitas. “Rasanya seperti ada yang kurang kalau belum makan prata,” ujarnya, Minggu (15/2). Menurutnya, cita rasa kari ayam menjadi daya tarik utama karena perpaduan rempah dan santan menciptakan rasa gurih yang khas.

Kuliner prata sendiri merupakan hasil akulturasi budaya maritim—perpaduan pengaruh Melayu pesisir dan India—yang telah lama hadir di wilayah Kepulauan Riau. Seiring waktu, masyarakat setempat mengembangkan cita rasanya sesuai selera lokal, dengan bumbu lebih ringan namun tetap kaya rasa.

Setiap pagi, warung prata dipenuhi berbagai kalangan, mulai dari nelayan, pelajar, hingga pekerja kantoran. Selain menjadi sarapan, prata juga menghadirkan suasana kebersamaan lewat obrolan santai sebelum memulai aktivitas.

Bagi masyarakat Dabo Singkep, prata bukan sekadar makanan, tetapi identitas kuliner yang terus hidup dari generasi ke generasi. (*)

Editor : Jamil Qasim