Masuk Zona Musim Ekuatorial, BMKG Prediksi Musim Kemarau di Lingga Berlangsung hingga Juni 2026

Vatawari BP • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 15:00 WIB
ADY Istiono, Kepala BMKG Dabo Lingga. F. Vatawari/BATAM POS
ADY Istiono, Kepala BMKG Dabo Lingga. F. Vatawari/BATAM POS

Batampos - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lingga memprediksi puncak musim kemarau di wilayah itu akan terjadi mulai Mei Hingga Juni 2026 mendatang.

Namun demikian, kondisi kemarau ini masih bersifat musim kemarau normal. Hal ini dikarenakan wilayah Kabupaten Lingga termasuk dalam tipe Zona Musim (ZOM) Ekuatorial tipe 1 yang mana sepanjang tahun berdasarkan statistik, tetap mengalami peristiwa hujan walaupun masuk dalam periode yang relatif kering atau hujan jarang terjadi.

Kepala BMKG Dabo Lingga, Ady Istiono mengatakan, meskipun wilayah Kabupaten Lingga saat ini mengalami musim kekeringan atau kemarau panjang, namun di beberapa tempat khususnya di wilayah pesisir akan terjadi peristiwa hujan.

"Hal ini dikarenakan wilayah Kabupaten Lingga termasuk dalam tipe Zona Musim (ZOM) Ekuatorial tipe 1 yang mana sepanjang tahun berdasarkan statistik tetap mengalami peristiwa hujan walaupun masuk dalam periode yang relatif kering atau hujan jarang terjadi," ujar Ady, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Temuan Zat Hijau di Pantai Lagoi, Ini Kata DLH Bintan

Ia menjelaskan, meskipun perdiksi cuaca di wilayah Kabupaten Lingga akan terjadi puncak musim kemarau pada bulan Mei Hingga Juni 2026, namun di beberapa wilayah pesisir seperti Singkep Barat, Senayang dan sekitarnya akan terjadi peristiwa hujan dan potensi banjir Rob.

"Potensi banjir rob ini terjadi karena pengaruh perubahan fase bulan purnama yang akan terjadi pada 1-12 April 2026," ungkapnya.

Ady menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ini. 

"Cuaca panas yang berkepanjangan sangat berpotensi memicu kebakaran," tegasnya.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar selalu memantau update perubahan cuaca untuk mengantisipasi potensi terjadinya banjir rob. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
Musim Kemarau Lingga BMKG Lingga