DBD Kembali Merebak di Dabo Lama, 19 Kasus Ditemukan di Sejumlah RW

Vatawari BP • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 17:33 WIB
Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesty Ningrum. F. Vatawari/Batam Pos
Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesty Ningrum. F. Vatawari/Batam Pos

batampos — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merebak di wilayah kerja Puskesmas Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Dalam waktu singkat, tercatat 19 warga terjangkit penyakit tersebut.

Kasus tersebut tersebar di Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, dengan rincian terbanyak di RW 3 sebanyak 10 kasus, disusul RW 2 enam kasus, RW 1 dua kasus, dan RW 5 satu kasus.

Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesti Ningrum, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan cepat untuk menekan penyebaran.

Baca Juga: Kebakaran di Lingga Timur, Gudang SMP Negeri 1 Desa Kerandin Ludes Dilalap Api

Salah satu langkah yang dilakukan adalah fogging di wilayah terdampak.

“Fogging sudah dilakukan dua siklus di lokasi berbeda, dimulai dari RW 003 dan dilanjutkan ke RW 002,” ujarnya, Minggu (5/4).

Namun, ia menegaskan bahwa efektivitas fogging sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Dari hasil pengecekan, masih ditemukan sejumlah area yang belum bersih.

Karena itu, warga diminta melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sebelum penyemprotan dilakukan agar hasilnya maksimal.

Menurutnya, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak efektif untuk memberantas telur serta jentik.

Baca Juga: Tabrakan di Palmatak, Guru MA Meninggal Dunia di RSUD

Upaya utama pencegahan tetap melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Warga diimbau rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah terbuka, serta menghindari genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Kesadaran masyarakat sangat menentukan. Jika lingkungan tidak bersih, kasus DBD akan terus berulang,” tegasnya. (*)

Editor : M Tahang
Dabo Lama 19 kasus DBD Kasus DBD di Batam