batampos – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lingga mengalami peningkatan sepanjang 2026. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Lingga mencatat 221 kasus DBD sejak Januari hingga September 2026.
Mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia anak-anak. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat kurang dari 100 kasus.
Meski demikian, kasus DBD dalam dua bulan terakhir menunjukkan tren penurunan. Jumlah kasus pada Agustus dan September tercatat lebih rendah dibandingkan periode Januari hingga Juli.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Lingga, Wirawan Trisna, mengatakan penurunan tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
“Penyebaran DBD ini berasal dari nyamuk. Jika lingkungan tempat tinggal kita bersih dan sehat serta tidak menjadi sarang nyamuk, maka risiko terpapar DBD bisa ditekan,” ujar Wirawan, Selasa (6/10).
Kasus Tertinggi Terjadi Mei dan Juni
Wirawan mengatakan kasus DBD tertinggi sepanjang 2026 terjadi pada Mei dan Juni.
Pada Mei tercatat 63 kasus, sedangkan pada Juni mencapai 41 kasus.
Menurutnya, tingginya kasus pada periode tersebut tidak terlepas dari kondisi cuaca di Kabupaten Lingga yang memasuki musim penghujan.
“Genangan air dan tempat yang lembap menjadi salah satu wadah berkembang biaknya nyamuk DBD. Makanya pada musim penghujan kemarin angka pasien yang terpapar DBD sangat tinggi,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena genangan air dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi salah satu vektor utama penularan DBD.
Warga Diminta Tidak Lengah
Wirawan menegaskan pemberantasan DBD bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat diperlukan untuk memutus mata rantai penularan.
Ia mengajak masyarakat rutin membersihkan lingkungan, terutama tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi genangan air dan sarang nyamuk.
“Kami dari Dinas Kesehatan akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan tempat tinggal maupun fasilitas umum seperti sekolah, pasar dan lainnya,” tambahnya.
Masyarakat Lingga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan menjelang akhir tahun yang diperkirakan kembali memasuki periode musim penghujan.
Pembersihan tempat penampungan air, saluran air, halaman rumah, serta lokasi lain yang berpotensi menampung air perlu dilakukan secara rutin.
Dengan kesadaran dan kepedulian bersama, penyebaran DBD di Kabupaten Lingga diharapkan dapat ditekan dan mata rantai penularannya dapat diputus. (*)