Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Waspadai dan Kenali, Ini 4 Taktik Gaslighting si Narsisis Mengacaukan Pikiran Anda

Chahaya Simanjuntak • Senin, 7 Oktober 2024 | 14:08 WIB

ILUSTRASI pria narsisi memanipulasi pasangannya dengan teknik gaslighting. F Copilot by Bing
ILUSTRASI pria narsisi memanipulasi pasangannya dengan teknik gaslighting. F Copilot by Bing

batampos - Gaslighting adalah bentuk manipulasi emosional yang bertujuan membuat seseorang meragukan kenyataan dan persepsinya sendiri. Orang narsisis, yang sering kali cerdas dalam memanipulasi menggunakan taktik gaslighting sebagai senjatanya untuk mendapatkan kendali dan merusak kesehatan mental pasangannya, temannya yang kerap jadi korbannya.

Dilansir dari Verywell Mind yang mengulas tentang gangguan kepribadian narsistik dan taktik manipulasi dalam hubungan,  Gaslighting merupakan senjata manipulasi psikologis dari si narsistik berusaha membuat orang lain meragukan kenyataan mereka sendiri, dengan tujuan mengontrol atau mendominasi.

Istilah ini berasal dari film Gaslight (1944), di mana seorang pria berusaha meyakinkan istrinya bahwa dia gila dengan mengubah elemen-elemen kecil di lingkungan dan rumahnya dan membuatnya meragukan persepsinya.

Orang narsisis, yang memiliki sifat egois dan terfokus pada diri sendiri, sering menggunakan gaslighting untuk mempertahankan kontrol atas orang lain, bahkan merusak kesehatan mental mereka. Anda perlu mewaspadai dan mengenalinya. Berikut, empat taktik gaslighting yang sering digunakan si narsisis (NPD) untuk mengacaukan pikiran dan merusak rasa percaya diri Anda, yakni:

1. Mengaburkan Kenyataan dengan Mengubah Fakta

Salah satu taktik gaslighting paling umum adalah mengaburkan kenyataan dengan cara yang sangat halus. Narsisis sering kali mengubah detail dari suatu kejadian atau menyanggah perasaan Anda yang sah. Mereka bisa mengatakan hal seperti, "Itu tidak pernah terjadi," atau "Kamu hanya membayangkan itu." "Hentikan ini, aku nggak mau kamu tersakiti lagi". "Dia yang menggodaku, kamu hanya berpikiran berlebihan" . Taktik ini memaksa korban meragukan ingatan, insting, dan persepsinya sendiri.

Misalnya, jika Anda mengingat suatu kejadian yang tidak menyenangkan, seorang narsisis bisa dengan tenang menyangkalnya, meskipun Anda yakin bahwa hal itu memang terjadi. Dengan cara ini, mereka membingungkan Anda dan merusak rasa percaya diri dalam menilai kenyataan.

2. Membuat Anda Merasa Berlebihan atau "Gila"

Narsisis sering kali memanfaatkan taktik ini dengan menggambarkan reaksi emosional Anda sebagai "berlebihan" atau "tidak rasional." Mereka akan mengatakan sesuatu seperti, "Kamu terlalu sensitif," atau "Kamu terlalu dramatis." Tujuan dari taktik ini adalah untuk membuat Anda meragukan perasaan dan respons emosional, hingga Anda merasa seperti tidak ada yang salah dengan cara mereka memperlakukan Anda.

Dengan merendahkan perasaan Anda, narsisis berhasil menanamkan keraguan dalam diri Anda sendiri, yang akhirnya membuat Anda semakin tidak yakin terhadap kenyataan yang Anda alami.

3. Membalikkan Fakta dan Menyalahkan Korban

Dalam banyak kasus, narsisis menggunakan taktik gaslighting dengan cara membalikkan fakta dan menyalahkan korban. Mereka mungkin mengalihkan kesalahan atau kegagalan mereka kepada Anda, mengatakan bahwa segala sesuatu yang salah adalah karena Anda. "Jika kamu tidak begitu marah, semua ini tidak akan terjadi," atau "Semua masalah ini karena kamu tidak mengerti saya."

Taktik ini membuat Anda merasa bertanggung jawab atas situasi yang tidak adil dan memanipulasi persepsi Anda sehingga Anda merasa bersalah atas sesuatu yang sebenarnya bukan kesalahan Anda. Narsisis sangat mahir dalam mengubah narasi agar Anda merasa seperti "penyebab" dari semua masalah.

4. Mengisolasi Anda dari Orang Lain

Salah satu taktik gaslighting yang lebih gelap adalah mengisolasi Anda dari orang-orang terdekat Anda. Narsisis akan berusaha menciptakan ketegangan antara Anda dan teman-teman, keluarga, atau kolega Anda dengan mengatakan hal-hal seperti, "Mereka tidak benar-benar peduli padamu," atau "Mereka hanya berpura-pura." Dengan cara ini, mereka membatasi dukungan sosial yang Anda miliki, membuat Anda semakin tergantung pada mereka.

Dengan mengisolasi Anda, narsisis mempermudah manipulasi mereka dan membuat Anda merasa lebih terperangkap dalam hubungan yang tidak sehat. Mereka juga bisa membuat Anda merasa seperti satu-satunya orang yang benar-benar memahami mereka, meskipun itu adalah taktik untuk mempertahankan kontrol. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#taktik #kesehatan mental #tips #Psikologi pasangan #Gashlighting #narsistik disorder