1. Durian
Alasan: Durian mengandung gula dan lemak yang cukup tinggi. Konsumsi durian berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah serta memperparah kondisi peradangan pada pengidap asam urat. Lemak tinggi juga bisa memperlambat proses pembuangan asam urat oleh ginjal, sehingga kadar asam urat dalam darah meningkat.
2. Nangka dan Cempedak
Alasan: Nangka dan cempedak merupakan buah yang tinggi fruktosa. Fruktosa dalam tubuh akan dipecah menjadi purin, yang kemudian dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Terlebih lagi, konsumsi buah ini dalam jumlah banyak dapat memperberat kerja ginjal.
3. Alpukat
Alasan: Alpukat sebenarnya mengandung purin yang rendah, tetapi kandungan lemaknya tinggi. Bagi penderita asam urat, lemak dalam jumlah besar dapat menghambat kemampuan ginjal dalam mengeluarkan asam urat dari tubuh, sehingga meningkatkan risiko serangan asam urat.
4. Melon
Alasan: Melon mengandung gula yang cukup tinggi, meskipun purinnya rendah. Bagi sebagian penderita asam urat, gula dalam jumlah besar dapat memicu peningkatan kadar asam urat dan peradangan pada sendi. Jika mengonsumsi melon, pastikan jumlahnya terbatas.
5. Buah Kering (Kismis, Plum, Aprikot Kering)
Alasan: Buah-buahan kering umumnya mengandung fruktosa yang lebih terkonsentrasi dibandingkan buah segar. Hal ini dapat memicu peningkatan asam urat dalam darah, sehingga lebih berisiko bagi pengidap asam urat. Karena buah kering umumnya lebih manis dan mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak, batasilah konsumsinya.
Bagi penderita asam urat, pilihlah buah-buahan yang rendah fruktosa dan purin, seperti apel, stroberi, pisang, atau jeruk. Buah-buahan ini lebih aman untuk dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tetap memberikan nutrisi yang penting untuk kesehatan tubuh. Meskipun demikian, pengaturan pola makan yang tepat dan konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk pengelolaan asam urat yang lebih baik. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi