Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ternyata Buah Mengkudu Tidak Baik untuk Penderita Penyakit Ginjal dan Ibu Hamil Perlu, Mengapa? Berikut Penjelasannya

Ichwanul Fazmi • Senin, 25 November 2024 | 08:35 WIB

Ilustrasi. Buah mengkudu, meski berkhasiat bagi kesehatan namun tidak bagi penderita penyakit ginjal dan ibu hamil.
Ilustrasi. Buah mengkudu, meski berkhasiat bagi kesehatan namun tidak bagi penderita penyakit ginjal dan ibu hamil.
batampos - Buah mengkudu (Morinda citrifolia), dikenal karena manfaat kesehatannya. Sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit.

Namun, tidak semua orang aman mengonsumsinya. Penderita penyakit ginjal dan ibu hamil termasuk kelompok yang disarankan menghindari konsumsi buah ini. Mengapa? Berikut penjelasan lengkapnya.

Mengapa Penderita Penyakit Ginjal Harus Menghindari Mengkudu?

  1. Kandungan Kalium yang Tinggi
    Mengkudu kaya akan kalium, mineral yang berperan penting dalam fungsi otot dan saraf. Namun, bagi penderita penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal, kemampuan ginjal untuk menyaring kelebihan kalium dari darah menjadi terganggu.
    • Risiko Hiperkalemia:
      Hiperkalemia adalah kondisi di mana kadar kalium dalam darah menjadi terlalu tinggi, yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti aritmia jantung (detak jantung tidak teratur) atau bahkan henti jantung.
    • Keterbatasan Fungsi Filtrasi Ginjal:
      Ginjal yang rusak tidak mampu membuang kelebihan kalium dengan efektif, sehingga mengkudu justru dapat memperburuk kondisi ginjal.
  2. Potensi Toksisitas pada Ginjal
    Beberapa laporan menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak mengkudu secara berlebihan dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas (kerusakan ginjal). Ini karena senyawa tertentu dalam mengkudu dapat memberikan beban tambahan pada ginjal yang sudah bermasalah.

Mengapa Ibu Hamil Harus Menghindari Mengkudu?

  1. Efek Samping pada Kehamilan
    • Senyawa Aktif Berpotensi Abortif (Pemicu Keguguran):
      Beberapa senyawa aktif dalam mengkudu, seperti antrakuinon, dapat memicu kontraksi rahim. Ini berpotensi meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur pada ibu hamil, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
    • Efek Teratogenik:
      Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan efek teratogenik, yaitu dampak buruk pada perkembangan janin. Meskipun bukti ilmiah terbatas, risiko ini membuat mengkudu tidak disarankan untuk ibu hamil.
  2. Kandungan Kalium Tinggi
    Sama seperti pada penderita penyakit ginjal, kandungan kalium yang tinggi dapat menjadi masalah bagi ibu hamil, terutama yang memiliki gangguan pada ginjal selama kehamilan. Kondisi seperti preeklampsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat memperburuk sensitivitas terhadap kelebihan kalium.
  3. Kurangnya Penelitian pada Ibu Hamil
    Hingga kini, penelitian mengenai keamanan buah mengkudu selama kehamilan masih terbatas. Karena itu, lebih baik untuk menghindari risiko dengan tidak mengonsumsi mengkudu selama masa kehamilan.

Alternatif untuk Mendapatkan Manfaat Serupa

Bagi penderita penyakit ginjal dan ibu hamil yang ingin tetap menjaga kesehatan dengan bahan alami, berikut adalah alternatif yang lebih aman:

  1. Sumber Kalium yang Lebih Aman:
    Konsultasikan dengan dokter untuk memilih buah rendah kalium seperti apel, pir, atau beri.
  2. Antioksidan:
    Pilih sayur dan buah seperti wortel, brokoli, atau jeruk yang aman untuk ibu hamil dan penderita ginjal.
  3. Herbal Aman untuk Ibu Hamil:
    Herbal seperti jahe, daun mint, atau chamomile (dalam batas tertentu) dapat membantu menjaga kesehatan selama kehamilan. 

Jika Anda ingin menggunakan buah atau herbal sebagai bagian dari pola makan sehat, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang hamil. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#buah mengkudu rasanya aneh