Bagi masyarakat Moro, Pekdos bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol budaya dan kebersamaan yang mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Makanan yang mirip dengan Pempek Palembang ini, mulai digemari masyarakat. Bahkan wisatawan yang berkunjung ke Kecamatan Moro, tidak lengkap rasanya tanpa mencicipi pekdos.
- Apa Itu Pekdos?
Pekdos adalah hidangan tradisional khas Moro yang berbahan dasar ikan atau hasil laut segar. Namanya berasal dari istilah lokal yang memiliki makna "campuran" atau "gabungan," merujuk pada proses memasak yang menggabungkan berbagai bahan dengan bumbu khas.
Hidangan ini biasanya berupa olahan ikan yang dimasak dengan cara tradisional, menggunakan bumbu rempah lokal yang memberikan cita rasa unik. Pekdos sering disajikan sebagai menu utama dalam acara keluarga, pesta, atau perayaan adat.
- Kelezatan dan Filosofi Pekdos
Pekdos tidak hanya menggugah selera, tetapi juga mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Moro. Hidangan ini melambangkan kebersamaan karena proses memasaknya sering melibatkan seluruh anggota keluarga.
Selain itu, penggunaan bahan-bahan lokal menegaskan hubungan erat masyarakat Moro dengan alam sekitarnya, terutama laut yang menjadi sumber utama penghidupan mereka.
- Pekdos dalam Tradisi dan Budaya
Pekdos sering dihidangkan dalam berbagai acara adat atau tradisi lokal, seperti:
- Perayaan Hari Besar
Pekdos menjadi menu wajib saat perayaan hari besar agama seperti Idul Fitri. - Kenduri atau Syukuran
Hidangan ini disajikan dalam kenduri sebagai simbol rasa syukur atas hasil laut yang melimpah.
- Membawa Pekdos Sebagai Oleh-Oleh
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Moro, Pekdos juga bisa dijadikan oleh-oleh. Banyak warga lokal yang menjual Pekdos dalam bentuk olahan siap santap atau ikan yang sudah dibumbui untuk dimasak di rumah.
Dengan cita rasa yang autentik dan sejarah panjang yang melekat pada hidangan ini, Pekdos layak menjadi kebanggaan masyarakat Moro dan bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Jika Anda berkunjung ke Moro, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Pekdos dan membawa pulang cerita tentang kelezatan khas daerah ini. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi