Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Cheongsam Mana Lebih Tepat, Pakaian Adat atau Imlek? Ini Penjelasannya

Ichwanul Fazmi • Senin, 20 Januari 2025 | 09:10 WIB

Ilustrasi. Pakain Cheongsam tidak sekadar menjadi pakaian adat, namun juga digunakan saat perayaan Imlek.
Ilustrasi. Pakain Cheongsam tidak sekadar menjadi pakaian adat, namun juga digunakan saat perayaan Imlek.
batamps - Cheongsam, atau qipao, adalah salah satu busana ikonik yang sering dikenakan saat perayaan Imlek. Namun, banyak yang bertanya-tanya, apakah cheongsam sebenarnya pakaian adat Tiongkok, atau hanya khusus untuk perayaan Imlek?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita telusuri sejarah, makna, dan penggunaannya dalam budaya Tionghoa.

Sejarah Singkat Cheongsam

Cheongsam memiliki akar budaya yang panjang. Awalnya, busana ini diperkenalkan pada zaman Dinasti Qing (1644–1912) dan merupakan pakaian tradisional wanita Manchu. Pada awalnya, cheongsam memiliki potongan longgar dan sederhana. Seiring waktu, khususnya pada era 1920-an di Shanghai, cheongsam berevolusi menjadi pakaian yang lebih pas di tubuh, menonjolkan keindahan feminin, dan mulai dipadukan dengan gaya modern.

Cheongsam Sebagai Pakaian Adat

Secara teknis, cheongsam memang merupakan pakaian adat yang mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat Tionghoa. Busana ini sering dikenakan dalam acara-acara formal seperti pernikahan, perayaan tradisional, atau upacara penting lainnya. Dengan desain yang mencolok dan penuh ornamen, cheongsam dianggap sebagai simbol keanggunan dan kebanggaan budaya.

Mengapa Cheongsam Dianggap Pakaian Adat?

  1. Ciri Khas Tradisional: Cheongsam mencerminkan estetika dan tradisi masyarakat Tionghoa melalui motif, seperti bunga peony, naga, atau burung phoenix.
  2. Kerah Mandarin: Salah satu elemen paling khas adalah kerah tinggi yang melambangkan kesopanan.
  3. Motif dan Simbol: Setiap pola yang digunakan dalam cheongsam sering kali memiliki makna, seperti keberuntungan, kebahagiaan, atau kemakmuran.

Cheongsam dan Perayaan Imlek

Cheongsam sering dikaitkan dengan Imlek karena busana ini melambangkan keindahan, keberuntungan, dan kebahagiaan—semua elemen yang menjadi inti perayaan Tahun Baru Imlek. Dalam tradisi Imlek, mengenakan pakaian baru dan berwarna cerah (terutama merah) dipercaya membawa keberuntungan di tahun yang baru.

Mengapa Cheongsam Populer Saat Imlek?

  1. Warna Keberuntungan: Cheongsam biasanya dibuat dalam warna-warna cerah seperti merah, emas, dan kuning yang melambangkan keberuntungan, kekayaan, dan kebahagiaan.
  2. Simbol Tradisi: Mengenakan cheongsam saat Imlek dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan tradisi.
  3. Keindahan dan Keanggunan: Desainnya yang elegan membuat cheongsam pilihan yang tepat untuk tampil menawan di hari istimewa.

Cheongsam: Antara Adat dan Imlek

Jadi, apakah cheongsam lebih tepat disebut sebagai pakaian adat atau pakaian khusus Imlek? Jawabannya adalah keduanya. Cheongsam merupakan pakaian adat masyarakat Tionghoa, namun penggunaannya tidak terbatas hanya pada Imlek. Busana ini juga dikenakan dalam berbagai perayaan tradisional lainnya, seperti:

Namun, popularitasnya saat Imlek membuat cheongsam sering dianggap sebagai busana khas perayaan tersebut. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#cheongsam imlek