Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Festival Lampu Colok di Karimun, Merawat Tradisi Turun Temurun

Ichwanul Fazmi • Kamis, 27 Maret 2025 | 11:54 WIB

Keindahan lampu colok di Kabupaten Karimun yang sudah menjadi tradisi secara turun temurun.
Keindahan lampu colok di Kabupaten Karimun yang sudah menjadi tradisi secara turun temurun.
batampos – Pemerintah Kabupaten Karimun kembali menggelar Festival Lampu Colok Eid Mubarak 1446 H/2025. Apa yang dilakukan pemerintah Bumi Berazam merupakan upaya merawat tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun.

Bupati Karimun Iskandarsyah menekankan bahwa festival ini bukan semata-mata tentang hadiah, tetapi lebih kepada semarak Ramadan dan pentingnya menjaga tradisi yang memberikan identitas budaya bagi masyarakat Karimun.

Ya, tradisi lampu colok di Kabupaten Karimun merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan oleh masyarakat setiap menyambut bulan Ramadan, terutama menjelang Idulfitri. Tidak hanya mind land, tetapi hiasan lampu colok dengan dekorasi gambar masjid menciptakan suasan meriah hingga ke pelosok hinterland.

Sejarah dan Makna Lampu Colok

Lampu colok adalah lentera tradisional yang dibuat dari bahan sederhana seperti kaleng atau botol bekas yang diisi minyak tanah dan sumbu. Pemasangan lampu colok pada malam "tujuh likur" (malam ke-27 Ramadan) telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Melayu di Karimun. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga sebagai simbol penyambutan malam-malam terakhir Ramadan dan menyemarakkan suasana menjelang Idulfitri.

Upaya Pelestarian Tradisi

Pemerintah Kabupaten Karimun secara konsisten mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan Festival Lampu Colok sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal. Meskipun terdapat unsur kompetisi dengan pemberian hadiah, esensi utama dari festival ini adalah mempertahankan dan merayakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Festival Lampu Colok di Karimun adalah cerminan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakatnya. Melalui cahaya lampu colok yang menerangi malam-malam Ramadan, tradisi ini tidak hanya memperindah suasana, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual dalam komunitas. Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan tradisi ini patut diapresiasi sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang berharga.​ (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#eid mubarak #lampu colok