Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, dari Grebeg Syawal hingga Bakar Gunung Api

Chahaya Simanjuntak • Jumat, 28 Maret 2025 | 17:26 WIB

ILUSTRASI Grebeg Syawal.
ILUSTRASI Grebeg Syawal.

Batampos - Lebaran di Indonesia tidak hanya identik dengan mudik dan ketupat, tetapi juga berbagai tradisi unik yang berbeda di setiap daerah. Berbagai budaya lokal memberikan warna khas dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri, menjadikannya lebih dari sekadar momen religius, tetapi juga ajang silaturahmi dan pelestarian budaya. Berikut beberapa tradisi Lebaran unik yang masih lestari di berbagai daerah di Indonesia:

  1. Grebeg Syawal – Yogyakarta

Tradisi ini merupakanbagian dari budaya Kesultanan Yogyakarta yang digelar setelah Salat Idul Fitri. Gunungan yang terbuat dari hasil bumi diarak dan diperebutkan oleh masyarakat sebagai simbol berkah dan rezeki. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur atas karunia yang diberikan sepanjang bulan Ramadan.

  1. Bakar Gunung Api – Maluku

Di Maluku, khususnya di Pulau Banda, terdapat tradisi unik bernama Bakar Gunung Api. Warga setempat membuat susunan tempurung kelapa yang dibakar di puncak bukit pada malam takbiran. Nyala api dari tempurung tersebut melambangkan semangat kebersamaan dan kegembiraan menyambut hari kemenangan.

  1. Meriam Karbit – Pontianak

Di Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, masyarakat merayakan Idul Fitri dengan membunyikan Meriam Karbit. Meriam raksasa ini terbuat dari kayu besar dan menghasilkan suara menggelegar saat dinyalakan. Tradisi ini menjadi daya tarik wisata sekaligus simbol kebersamaan masyarakat setempat.

  1. Ngejot – Bali

Di Bali, masyarakat Muslim memiliki tradisi berbagi makanan kepada tetangga non-Muslim yang dikenal dengan istilah Ngejot. Tradisi ini mencerminkan toleransi antarumat beragama dan mempererat hubungan sosial di Pulau Dewata.

  1. Perang Topat – Lombok

Perang Topat adalah tradisi unik di Lombok yang digelar setelah Lebaran Topat, yaitu perayaan Idul Fitri bagi masyarakat Sasak yang menjalankan puasa sunnah enam hari setelah Ramadan. Dalam tradisi ini, masyarakat saling melempar ketupat sebagai simbol kemakmuran dan kebersamaan antara umat Muslim dan Hindu di Lombok.

  1. Ronjok Sayak – Bengkulu

Di Bengkulu, masyarakat memiliki tradisi membakar Ronjok Sayak, yaitu tumpukan batok kelapa yang dinyalakan pada malam Lebaran. Tradisi ini mirip dengan Bakar Gunung Api di Maluku dan melambangkan semangat baru serta harapan di hari yang fitri.

Tradisi-tradisi unik Lebaran ini menunjukkan betapa kayanya budaya Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Keberagaman ini tidak hanya memperkaya pengalaman spiritual, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#tradisi lebaran #budaya #indonesia #lebaran #idul fitri