Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mengenal Attachment Style dan Dampaknya dalam Percintaan

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 10 April 2025 | 21:12 WIB

ILUSTRASI pasangan yang benar-benar saling mencintai. F Herzindagi
ILUSTRASI pasangan yang benar-benar saling mencintai. F Herzindagi


Batampos - Tipe kemelekatan atau attachment style bisa memengaruhi cara kamu mencintai dan dicintai. Secara lengkap, attachment style adalah cara seseorang membentuk dan menjaga kedekatan emosional dengan orang lain, terutama dalam hubungan romantis. Konsep ini pertama kali dikembangkan oleh seorang psikolog John Bowlby dan Mary Ainsworth, 1950-an, dan kini menjadi bagian penting dalam psikologi hubungan.

Berikut empat jenis utama attachment style dan dampaknya dalam percintaan:

1. Secure Attachment (Kelekatan Aman)

Orang dengan tipe ini merasa nyaman dengan keintiman dan kemandirian. Mereka mudah percaya, bisa mengekspresikan cinta, dan membangun hubungan yang sehat.
Ciri-ciri: Tidak mudah cemburu, tidak posesif, dan punya komunikasi yang terbuka.

2. Anxious Attachment (Kelekatan Cemas)

Tipe ini cenderung merasa tidak aman, mudah khawatir akan ditinggalkan, dan sangat membutuhkan validasi dari pasangan.
Ciri-ciri: Terlalu cepat terikat, butuh perhatian terus-menerus, sering merasa tidak cukup dicintai. Anxious attachment membuat seseorang cenderung clingy dan mudah stres dalam hubungan.

  1. Avoidant Attachment (Kelekatan Menghindar)

Orang dengan tipe ini merasa tidak nyaman dengan keintiman. Mereka lebih suka menjaga jarak dan enggan terlalu tergantung pada pasangan.
Ciri-ciri: Sulit membuka diri, cenderung dingin, dan menghindari konflik emosional. Avoidant attachment sering terbentuk dari pola asuh yang kurang responsif secara emosional.

  1. Fearful-Avoidant (Kelekatan Takut-Takut)

Gabungan antara anxious dan avoidant. Tipe ini ingin dekat tapi takut terluka, sehingga sering menciptakan dinamika tarik-ulur dalam hubungan.
Ciri-ciri: Ingin mencintai, tapi takut dikecewakan; merasa tidak layak dicintai tapi juga takut sendirian. Psikolog R. Chris Fraley dari University of Illinois menyebutkan, gaya ini seringkali terkait trauma masa lalu atau pengalaman hubungan yang menyakitkan.

Dampaknya dalam Hubungan Percintaan
Attachment style dapat memengaruhi:


Mengetahui attachment style bukan untuk menghakimi diri sendiri atau pasangan, tapi untuk memahami pola emosional yang terjadi dalam hubungan. Dengan pemahaman ini, kamu bisa membangun hubungan yang lebih sehat dan penuh empati. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#attachment style #Kemelekatan #percintaan #Psikologi Cinta #hubungan romantis