Namun, jika kamu sering mengalami cengukan secara berulang tanpa sebab yang jelas, bisa jadi itu merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan, salah satunya adalah asam lambung naik (GERD - Gastroesophageal Reflux Disease).
Apa Hubungan Cengukan dan Asam Lambung?
Cengukan terjadi karena kontraksi tiba-tiba pada diafragma, otot yang memisahkan rongga dada dan perut. Pada kondisi GERD, asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa mengiritasi saraf di sekitar diafragma. Hal ini bisa memicu kontraksi otot tersebut dan menimbulkan cengukan.
Tanda-Tanda Cengukan Akibat Asam Lambung
Beberapa ciri yang bisa menandakan cengukan disebabkan oleh naiknya asam lambung antara lain:
- Cengukan berlangsung lebih dari 48 jam.
- Disertai rasa nyeri atau panas di dada (heartburn).
- Mual dan perut kembung.
- Rasa asam atau pahit di mulut.
- Sering bersendawa atau merasa begah setelah makan.
Penyebab Naiknya Asam Lambung
Naiknya asam lambung bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti:
- Konsumsi makanan berlemak, pedas, atau asam.
- Kebiasaan makan berlebihan atau terlalu cepat.
- Stres dan kurang tidur.
- Kebiasaan berbaring setelah makan.
- Merokok atau konsumsi alkohol.
Cara Mengatasi dan Mencegah
Untuk mencegah cengukan akibat GERD, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
- Makan dalam porsi kecil tapi sering.
- Hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung.
- Jangan langsung berbaring setelah makan (beri jeda minimal 2 jam).
- Kelola stres dengan baik.
- Jika perlu, konsultasikan ke dokter dan konsumsi obat yang direkomendasikan seperti antasida, H2 blocker, atau PPI.
Kapan Harus Waspada?
Jika cengukan berlangsung lama (lebih dari 2 hari), mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain yang mengarah pada gangguan pencernaan serius, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi