Batampos - Ritus pemakaman Paus Fransiskus akan dilaksanakan secara sederhana. Ini adalah permintaan beliau sebelum wafat. Bahkan, Paus asal Argentina, Amerika Latin itu tidak akan dimakamkan di Basilika Santo Petrus seperti para pendahulunya. Melainkan ia akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore.
Master Upacara Apostolik, Uskup Agung Diego Ravelli, menyebutkan, Papal Fransiskus secara pribadi menginginkan supaya upacara pemakamannya disederhanakan dan hanya difokuskan kepada iman Gereja akan kebangkitan Kristus.
Bahkan, Paus Fransiskus telah menyetujui edisi terbaru buku liturgi untuk ritus pemakaman Paus, April 2024 lalu. Dimana, edisi kedua Ordo Exsequiarum Romani Pontificis ini memuat sejumlah perubahan, termasuk tata cara penanganan jenazah setelah wafat.
"Ritus yang diperbarui ini, menekankan pemakaman Paus Roma adalah pemakaman seorang gembala dan murid Kristus, bukan seorang tokoh dunia yang berkuasa," ujar Uskup Agung Ravelli seperti dilansir dari Vatican News, malam ini.
Paus Fransiskus dikenang sebagai pemimpin Gereja yang membawa pesan perdamaian dan belas kasih. Selama masa pontifikatnya, ia konsisten menyuarakan solidaritas terhadap kaum miskin, keadilan sosial, mencintai lingkungan, dan perdamaian dunia.
Dengan wafatnya Paus, Gereja Katolik kini dalam masa Sede vacante atau Kekuasaan Kosong. Urusan administratif Vatican dan gereja kini dibebankan kepada Camerlengo, Kardinal Kevin Farrell. Dia jugalah nanti yang akan memimpin Conclave (konklaf atau pemilihan Paus baru) setelah masa berkabung sembilan hari.
Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam, tetapi juga warisan spiritual yang kuat bagi umat Katolik dan seluruh dunia. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak